Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pencegahan korupsi sejak dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Seminar Antikorupsi bertema “Integritas Perempuan Sebagai Penyelenggara Negara dalam Melawan Korupsi” dalam rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (8/12/2025).
Titiek mengatakan bahwa keterlibatannya dalam seminar antikorupsi KPK merupakan bagian dari upaya memperkuat peran perempuan, termasuk para istri dan ibu rumah tangga, dalam membangun integritas di lingkup keluarga.
"Mewakili wanita parlemen ikut seminar antikorupsi, ini acara rutinnya KPK, cuma mungkin baru sekarang saya ikut,” ujarnya kepada awak media.
Ia pun menegaskan bahwa perempuan memegang peranan strategis dalam mencegah terjadinya korupsi.
"Ini penting karena wanita ini dari sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri, dia benar-benar faktor penting yang bisa mencegah terjadinya korupsi," katanya.
Menurutnya, nilai kejujuran harus ditanamkan sejak anak masih kecil agar mereka tumbuh dengan karakter yang baik dan tidak terbiasa menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan.
"Jadi mengajarkan anak-anak dari kecil belajar jujur, kemudian sebagai seorang istri agar bisa memberikan pengaruh positif kepada suaminya agar tidak melakukan korupsi,” tegas Titiek.
Ia juga mengingatkan agar perempuan tidak justru menjadi pendorong praktik korupsi dengan tuntutan gaya hidup berlebihan.
"Jangan kita sebagai wanita ini malah justru merongrong suami-suami untuk berbuat korupsi untuk memenuhi keinginan-keinginan kita," tegasnya lagi.
Dalam seminar tersebut hadir pula berbagai tokoh perempuan, termasuk dari jajaran TNI-Polri, anggota parlemen, BPD, bupati, dan wali kota perempuan dari berbagai daerah. Titiek berharap edukasi antikorupsi bagi para pemimpin perempuan dapat memberi dampak berjenjang.
"Ini mulai dari kita dikasih masukan-masukan supaya bisa mencegah, jangan kita sebagai pejabat negara melakukan korupsi," jelasnya.
Baca juga: Harkodia 2025 : Sultan HB X Sebut Korupsi Bawa "Malam Petaka"
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop