Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 16:05 WIB

Keraton Jogja Dorong Budaya Masuk ke Algoritma Medsos Berbasis Data AI

Keraton Jogja Dorong Budaya Masuk ke Algoritma Medsos Berbasis Data AIKonferensi pers seminar Jejak Peradaban bertema Resiliensi Budaya pada Era Disrupsi di Kulon Progo, Sabtu (6/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Keraton Yogyakarta terus memperluas langkah digitalisasi demi memastikan nilai-nilai budaya tetap relevan di tengah perkembangan teknologi. Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, mengatakan bahwa Keraton kini fokus memperkuat distribusi konten budaya agar lebih mudah terdeteksi oleh algoritma media sosial sekaligus menjadi bagian dari basis data kecerdasan buatan (AI) di masa mendatang.

Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Seminar Jejak Peradaban bertema Resiliensi Budaya pada Era Disrupsi di Kulon Progo, Sabtu (6/12/2025), GKR Bendara menegaskan bahwa jangkauan konten budaya di ranah digital sangat ditentukan oleh cara kerja algoritma. Karena itu, Keraton rutin menghadirkan beragam agenda mulai dari acara besar hingga diskusi dan pameran untuk meningkatkan eksposur.

"Media sosial itu tergantung algoritmanya. Harapannya kami terus mengadakan acara dari yang besar sampai seminar, FGD, pameran, dan lain sebagainya,” ujarnya kepada awak media.

Baca juga: Hadiri Konferda PDIP di Jogja, Hasto Kritik Ekspansi Sawit dan Singgung Ajaran “Merawat Pertiwi” Megawati untuk Atasi Krisis Lingkungan

Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut juga diarahkan pada kolaborasi lintas komunitas agar budaya Jawa bisa lebih mudah muncul di lini masa generasi muda. Menurutnya, pendekatan kreatif diperlukan agar konten budaya dapat bersanding dengan ketertarikan anak muda masa kini.

"Kami mencoba masuk ke lini yang berkolaborasi dengan banyak orang. Harapannya paling tidak satu dari kegiatan kami masuk ke algoritma tersebut,” katanya.

Salah satu contoh pendekatan kreatif yang kini didorong adalah melalui musik. GKR Bendara berharap konten Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) dapat lebih sering muncul di feed generasi muda dan kemudian menghubungkan mereka dengan konten Keraton.

"Kalau generasi muda sukanya musik, harapannya YRO masuk ke algoritma itu. Mereka melihat tayangan YRO, nanti akan nyambung ke Keraton. Ini yang sedang kami kerjakan,” jelasnya.

Terkait pemanfaatan kecerdasan buatan, Keraton diakui belum sepenuhnya mengadopsi teknologi tersebut. Namun, proses pengarsipan dan penataan data budaya sedang diperkuat sebagai persiapan agar AI di masa depan memiliki rujukan yang jelas tentang Keraton dan budaya Jawa.

AI itu seperti anak kecil yang sedang disuapi. Suapan ini adalah informasi. Harapannya ketika dia nanti tumbuh besar, informasi itu sudah ada di dalam dirinya,” ujar putri bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X itu.

Meski begitu, menurutnya bahwa generasi mendatang, termasuk Generasi Alpha, perlu mendapatkan informasi yang akurat saat melakukan pencarian digital tentang Keraton.

"Nanti ketika generasi anak-anak saya mencari tentang Keraton, semua informasi itu sudah terkemas sendiri. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah feeding and information,” imbuhnya.

Baca juga: Keraton Yogyakarta Dorong Generasi Milenial dan Gen Z Jadikan Budaya Indonesia Dominan di Medsos

Upaya digitalisasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Keraton untuk menjaga keberlanjutan budaya di ruang digital. Dengan memperkuat kolaborasi, konsistensi konten, serta pengelolaan basis data, Keraton berharap tetap relevan di tengah dinamika teknologi dan media sosial yang terus berubah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keraton Jogja Dorong Budaya Masuk ke Algoritma Medsos Berbasis Data AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!