Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 19:45 WIB

Atasi Limbah Cair di Kawasan Wisata Jogja, Guru Besar UGM KembangkanTripikon-S Berteknologi Micro-bubble

Atasi Limbah Cair di Kawasan Wisata Jogja, Guru Besar UGM KembangkanTripikon-S Berteknologi Micro-bubble(Ilustrasi) Tripikon-S yang dilengkapi dengan aerasi micro-bubble generator. (Istimewa)

JOGJA - Permasalahan sanitasi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di kawasan perdesaan dan permukiman padat. Berdasarkan data BPS 2023, sekitar 17–20 persen rumah tangga belum memiliki akses sanitasi aman. Selain itu, banyak kegiatan industri rumah tangga dan UMKM yang menghasilkan limbah cair tanpa pengolahan memadai, mulai dari produksi makanan olahan, peternakan skala kecil, hingga pengolahan sampah warga.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., tengah mengembangkan sistem Tripikon-S yang dilengkapi dengan aerasi micro-bubble generator. Teknologi ini diterapkan di kawasan kandang ternak bebek di Kampung Wisata Wirosobo, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Sayang limbah dari kandang ternak saat ini belum diproses dengan baik sehingga menimbulkan masalah bau, estetika, dan pencemaran pada sungai dan lingkungan sekitar," ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Menurut Nizam, jika limbah tidak segera ditangani, tingkat pencemaran dari kegiatan UMKM bisa menjadi bencana lingkungan bagi masyarakat sekitar.

"Polusi perairan dapat menurunkan kadar oksigen terlarut hingga menyebabkan kematian ikan, sementara polusi udara membuat aroma lingkungan tidak sedap. Tentu akan sangat mengganggu, terlebih bila terjadi di daerah destinasi wisata, karena bisa menurunkan daya tarik wisata di kawasan tersebut. Selain mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat, polusi estetis yang terjadi juga menurunkan daya tarik wisata kampung," terangnya.

Baca juga: Dibuka Sampai 29 Desember, Daop 6 Jogja Dukung Program Motor Gratis (Motis) untuk Angkutan Nataru 2025/2026, Berikut List Posko Pendaftaran Motis

Berawal Dari Prof. Hardjoso Prodjopangarso Pada 1990-an

Meski sebagian limbah kandang dapat diolah menjadi kompos, limbah cair umumnya dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi mencemari sungai dan air tanah. Nizam optimis, Tripikon-S dengan micro-bubble generator ini menjadi solusi tepat untuk menangani limbah cair tersebut.

Nizam menjelaskan, Tripikon-S awalnya dikembangkan oleh almarhum Prof. Hardjoso Prodjopangarso pada awal 1990-an untuk mengatasi masalah sanitasi di lahan transmigrasi pasang-surut.

"Perangkat ini cocok digunakan di daerah dengan air tanah tinggi yang tidak memungkinkan pembangunan septic tank untuk mengolah limbah toilet," jelasnya.

Nizam juga menyebut sistem ini telah diterapkan di berbagai daerah, termasuk kawasan transmigrasi pasang surut, perkampungan padat, dan kampung nelayan seperti Morodemak.

"Serta penerapan di Peternakan Bebek dan Kebun Dakwah Wirosobo diharapkan menghadirkan teknologi tepat guna, sehingga lingkungan tetap sehat dan nyaman untuk belajar sekaligus berwisata," ungkapnya.

Baca juga: Dibuka Sampai 29 Desember, Daop 6 Jogja Dukung Program Motor Gratis (Motis) untuk Angkutan Nataru 2025/2026, Berikut List Posko Pendaftaran Motis

Lanjut Nizam menjelaskan, teknologi Tripikon - S bekerja sebagai alternatif sistem septic untuk limbah toilet dan limbah cair rumah tangga. Nama Tripikon-S berasal dari “tri pipa konsentris septik”, karena alat ini terdiri dari tiga pipa yang dipasang secara konsentris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Atasi Limbah Cair di Kawasan Wisata Jogja, Guru Besar UGM KembangkanTripikon-S Berteknologi Micro-bubble

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!