Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 17:50 WIB

Kuliah Dengan Kerja Sambilan, Perjuangan Aji Bambang Sasongo Asal Tasikmalaya Jadi Lulusan Termuda Sarjana Terapan UGM Cumlaude Di Usia 20

Kuliah Dengan Kerja Sambilan, Perjuangan Aji Bambang Sasongo Asal Tasikmalaya Jadi Lulusan Termuda Sarjana Terapan UGM Cumlaude Di Usia 20Aji Bambang Sasongko lulusan termuda Sarjana Terapan UGM, dalam Wisuda Program Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (26/11/2025). (Istimewa)

JOGJA - Raut wajah Aji Bambang Sasongko tampak sumringah saat menyandang gelar sarjana terapan dalam Wisuda Program Sarjana Terapan Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (26/11) lalu, di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dari 423 lulusan, Aji berhasil menjadi lulusan termuda dengan usia 20 tahun 8 bulan dan meraih IPK 3,79 atau cumlaude. Usianya lebih muda dibandingkan rata-rata lulusan program sarjana terapan yang mencapai 22 tahun 6 bulan.

Baca juga: Sulit Dibatalkan, DPRD Padang Pariaman Kunjungi Pemkab Sleman di Tengah Bencana Hari Ini, Ketua Komisi IV Ungkap Alasan Kunker

Pemuda asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini mengaku terharu sekaligus bersyukur atas pencapaiannya. Semangat juang itu sudah ia bawa sejak sekolah menengah, di mana ia berhasil mengikuti program akselerasi dari SMPN 1 Tasikmalaya ke SMAN 1 Tasikmalaya.

"Tentu berkat dorongan dari Ibu, saya dapat memasuki perkuliahan di umur 16 tahun,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Lulus cepat memang menjadi salah satu target Aji, meski jalannya tidak selalu mulus selama masa studi hampir 4 tahun. Ia menempuh program D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, sekaligus mengikuti program non-degree di University of Missouri Kansas City selama satu semester melalui program IISMA yang diselenggarakan Kemendikbudristek RI, dengan fokus pada Artificial Intelligence.

Ketertarikannya pada teknologi membuat Aji aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk kompetisi karya terapan. Pada bidang robotika, tugas akhirnya berfokus pada kontrol sistem robust dengan metode Cascade Sliding Mode Control, yang berhasil menstabilkan posisi drone dengan akurasi tinggi terhadap setpoint dan tahan terhadap gangguan eksternal.

Di balik prestasinya, Aji harus bekerja sambilan sejak tahun pertama kuliah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya perkuliahan.

"Saya pernah kerja sambilan hingga terancam tidak dapat menyelesaikan studi,” kenangnya.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pemkab Sleman Bersama TNI AU Tanami Tebu 30 Hektare

Aji juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada dosen dan rekan-rekan yang mendukungnya selama studi. Ia menyinggung apresiasi khusus kepada dosen pengampu, Fakih Irsyadi S.T., M.T., serta dosen pembimbing akhir, Jans Hendry S.T., M.Eng., hingga rekan-rekan sesama aktivis BEM KM.

"Tidak perlu menjadi lulusan termuda, dapat menyelesaikan hingga akhir sudah cukup memberikan rasa puas menebus usaha selama ini. Saya selalu berpegang teguh pada kata-kata William Shakespeare pada karyanya yang berjudul Hamlet, To be, or not to be, that is the question," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kuliah Dengan Kerja Sambilan, Perjuangan Aji Bambang Sasongo Asal Tasikmalaya Jadi Lulusan Termuda Sarjana Terapan UGM Cumlaude Di Usia 20

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!