Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 17:25 WIB

Produk Home Decor Palem Craft Ramah Lingkungan Asal Bantul Laris di Eropa hingga Amerika Latin, Namun Masih Terkendala Regulasi dan Akses Pasar

Produk Home Decor Palem Craft Ramah Lingkungan Asal Bantul Laris di Eropa hingga Amerika Latin, Namun Masih Terkendala Regulasi dan Akses PasarWamendag Dyah Roro Esti Widya Putri saat melepas ekspor produk home decor dari CV Palem Craft ke Amerika Serikat dan Belgia, Rabu (26/11/2025). (Istimewa)

JOGJA - Palem Craft, sebuah produsen produk home decor asal Kabupaten Bantul, DIY, yang mana didalam memproduksinya menggunakan bahan baku ramah lingkungan serat alam seperti pandan, serat pisang, dan mendong, berhasil menembus pasar internasional.

Owner sekaligus CEO Palem Craft, Deddy Effendy mengatakan produk UMKM miliknya ini diminati oleh resort, hotel, bahkan rumah-rumah pribadi di Eropa, Amerika Serikat, serta Amerika Latin, termasuk Argentina, Chile, dan Meksiko. Namun, target pasarnya adalah Eropa.

"Kami senang produk-produk ramah lingkungan Indonesia ternyata sangat luar biasa peminatnya. Banyak dipakai oleh resort, beberapa hotel, dan rumah-rumah pribadi di negara Eropa bahkan sampai Amerika Latin," ujarnya kepada wartawan usai pelepasan ekspor di Bantul yang dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti pada Rabu (26/11/2025).

Deddy menyampaikan pada akhir bulan ini, Palem Craft akan mengirim tiga kontainer produknya ke beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Perancis, dan Belgia.

"Produk yang diekspor berupa cermin, lampu, dan dekorasi yang seluruhnya terbuat dari serat alam, sehingga ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami tanpa menimbulkan limbah," katanya.

Deddy menambahkan, Palem Craft telah rutin mengekspor ke pasar Eropa, dan beberapa waktu terakhir mulai merambah pasar Amerika Latin.

"Produk-produk kami banyak dipakai di resort, hotel, dan rumah pribadi di luar negeri. Untuk pasar lokal, memang masih perlu edukasi karena karakter produk kami yang awet dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca juga: Sekda DIY Tegaskan Tak Ada Pemangkasan Gaji Pejabat, Pembangunan 2026 Tetap Jalan Meski Anggaran Diperketat

Meski mendapat sambutan positif dari pasar global, Deddy menyebut masih ada kendala yang dihadapi UMKM, terutama terkait regulasi dan akses pasar.

"Kendalanya memang dari sisi regulasi, karena setiap negara berbeda-beda, dan informasi valid mengenai hal ini masih sulit didapat. Kedua, akses pasar yang luas memerlukan promosi dan pemodalan. Ini menjadi tantangan bagi UMKM yang belum mampu, tapi kami berharap pemerintah bisa mensupport agar kita bisa berkembang bersama,” jelas Deddy.

Baca juga: Wamendag Dyah Roro Lepas Ekspor Home Decor Palem Craft Asal Bantul, Apresiasi Laju Pesat Produk Kreatif Indonesia

Oleh karena itu, Deddy menekankan harapannya kepada pemerinta ke depan yakni untuk memperluas pasar home decor ramah lingkungan Indonesia dan memahami regulasi di tiap negara untuk memudahkan UMKM menembus pasar global.

"Harapan kami bagaimana regulasi di setiap negara bisa dipelajari, dan pemerintah memberikan masukan agar potensi promosi produk UMKM ke pasar global semakin berkembang," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Produk Home Decor Palem Craft Ramah Lingkungan Asal Bantul Laris di Eropa hingga Amerika Latin, Namun Masih Terkendala Regulasi dan Akses Pasar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!