JOGJA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri melepas ekspor produk home decor dari CV Palem Craft ke Amerika Serikat dan Belgia, dengan nilai pengiriman sekitar 30.000 USD.
Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari program Kementerian Perdagangan “UMKM Bisa Ekspor” yang bertujuan mendorong produk UMKM Indonesia menembus pasar internasional. Wamendag Dyah Roro menyoroti pertumbuhan ekspor home decor yang terus meningkat.
"Kalau kita melihat statistik, dari tahun 2020 hingga 2024, ekspor home decor naik hampir 20 persen. Sedangkan Januari hingga September 2025, meningkat lagi sekitar 5,5 persen. Ini sebuah kebanggaan karena banyak negara internasional sangat tertarik dengan produk-produk dari Indonesia," ujarnya.
Dyah Roro menyebut bahwa capaian ekspor tersebut melampaui target Kementerian Perdagangan tahun ini, yang awalnya ditetapkan sebesar 7 persen.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekspor kita sudah mencapai 8 hingga 9 persen, khususnya untuk non-migas," katanya.
Dyah Roro juga memberikan apresiasi khusus kepada Palem Craft karena menerapkan konsep sustainability dalam proses produksinya, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pemanfaatan limbah menjadi produk baru.
Selain itu, menurutnya perusahaan ini juga mendorong multiplier effect di tingkat masyarakat lokal, dengan melibatkan perempuan dan berbagai elemen masyarakat dalam rantai produksi.
"Ini menunjukkan produk kita diminati di pasar internasional, berkualitas, dan sesuai harapan dunia. Konsep home industri yang diterapkan di Bantul bisa menjadi contoh bagi daerah lain," ucap Dyah Roro.
Baca juga: Rapur RAPBD DIY 2026 : Sekda Ni Made Soroti Kinerja BUMD, Hingga Layanan Air Minum
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim menegaskan bahwa sektor industri kreatif kini menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Kabupaten Bantul, mengungguli sektor pertanian dan pariwisata.
"Pengiriman ekspor dari CV Palem Craft menandai pertumbuhan industri kreatif di Bantul. Meskipun bahan baku sebagian besar berasal dari daerah lain, kreativitas warga Bantul mampu menciptakan produk dengan nilai tambah tinggi dan eksis di pasar internasional,” ujarnya.
Abdul Halim menambahkan, keberhasilan Palem Craft dan perusahaan kreatif lainnya di Bantul menegaskan bahwa industri kreatif tetap menjadi sektor andalan ekonomi lokal, yang bisa terus berkembang melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas SDM.
"Jadi kita semakin percaya diri bahwa pengembangan sektor ekonomi kreatif di Bantul itu akan tetap berjalan walaupun kita tidak punya sumber daya alam tapi warga Bantul warga yang kreatif yang bisa eksis dengan kreatifitasnya itu," tandas Halim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung