Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki (kanan). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil. Salah satu warga bahkan dilaporkan kehilangan uang hingga Rp 7 juta setelah mengikuti arahan penipu melalui pesan WhatsApp (WA).
Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, menjelaskan bahwa kasus penipuan muncul setelah pihaknya mengirim undangan aktivasi Indentitas Kependudukan Digital (IKD) secara massal.
"Kalau yang laporan ke saya langsung, itu dari beberapa bulan baru kemarin ketika undangan kami sebarkan. Ada yang menelpon saya, Bu, ini ada yang telpon lewat WA, menyampaikan bahwa ini di Dukcapil baru ada ini, daripada antri di sana, lewat saya saja. Nah, itu kemudian diklarifikasi ke kami," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Yogyakarta, Senin (17/11/2025).
Diungkapkan Septi, selama dua bulan terakhir tidak ada laporan penipuan yang masuk ke Disdukcapil.
"Ini sudah dua bulan ini, zero. Baru kemarin, Sabtu itu belum terjadi. Tetapi ketika undangan kami sudah disebar, kok ya tau-taunya ada yang menelpon (warga) seperti itu (penipuan)," katanya.
Kendati begitu, Septi menekankan bahwa Disdukcapil tidak pernah melayani perekaman E-KTP atau aktivasi IKD secara perorangan melalui telepon atau WA.
"Prinsip bagi masyarakat, di Dukcapil itu instansi pemerintah. Tidak mungkin WA telpon per by orang. Kita selalu melalui wilayah secara struktural, dari lurah, RW, sampai RT," jelasnya.
Ia juga memperingatkan warga untuk tidak mengklik link APK yang dikirim penipu.
"Kalau linknya dipencet, HP bisa jadi 'hitam' dan tidak bisa diakses lagi. M-banking otomatis bisa terkuras. Teman saya kemarin kena Rp7 juta," beber Septi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Yogyakarta, Dyah Intan Usaratri, menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pihak Disdukcapil.
"Kami menyebarluaskan flyer dan sosialisasi daring maupun non-daring melalui media sosial, serta imbauan kepada warga melalui RT dan kelurahan. Kami selalu mengingatkan masyarakat agar hati-hati menerima telepon atau WA dari nomor tidak dikenal," terang Intan.
Intan menambahkan, penipu sering menggunakan identitas pegawai Disdukcapil agar masyarakat percaya.
"Bahkan nama saya pernah dipakai. Saat dicek, itu ternyata penipuan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Doorstop