Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 19:50 WIB

Belum Bisa Sepenuhnya Seperti Bali Terapkan Anti Plastik, DLH Dorong Wilayah DIY Lain Untuk Tiru Kota Jogja

Belum Bisa Sepenuhnya Seperti Bali Terapkan Anti Plastik, DLH Dorong Wilayah DIY Lain Untuk Tiru Kota JogjaKepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyampaikan kendala yang dihadapi Kota Jogja dalam upaya pengurangan sampah plastik, terutama dibandingkan dengan Bali yang sudah menerapkan larangan penggunaan plastik secara tegas.

"Kalau Bali agak nekat, artinya semua aturan gubernur. Artinya kabupaten di bawahnya enak mengikuti. Tapi kalau di sini, kendalanya kota melaksanakan pembatasan tetapi di kabupaten lain belum atau belum ada,” ujar Haryoko di Kantor DPRD DIY, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, edukasi kepada generasi muda menjadi tantangan tersendiri karena banyak kebiasaan lama yang sulit diterapkan di era sekarang.

"Kita menghadapi perubahan zaman, edukasi yang diberikan orangtua dulu kalau diterangkan ke anak sekarang kadang tidak masuk. Padahal banyak edukasi orangtua dulu, misalnya membawa tas belanja dari anyaman. Sekarang kita meminta supermarket untuk tidak menyediakan plastik," tuturnya.

Karena itulah, Haryoko menekankan bahwa sosialisasi saja tidak cukup, harus diikuti peraturan tegas yang disertai sanksi agar bisa efektif.

"Kalau hanya cuap-cuap sosialisasi itu tidak bisa. Harus ada sosialisasi tapi dibarengi sanksi. Kalau di Kota Jogja, kami sudah punya Perwal untuk pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Tapi kalau hanya Perwal dan diikuti surat edaran tanpa sanksi, itu tidak efektif,” katanya.

Ia bahkan menyoroti tantangan sampah dari transaksi belanja online yang masih menggunakan berbagai macam kemasan plastik.

"Memang banyak sekali PR kita terkait sampah dari proses penjualan online. Misalnya beli HP, bungkusnya banyak plastik, termasuk plastik gelembung, itu tidak ada gunanya," jelasnya.

Baca juga: Sampah Harian Capai 300 Ton, Kota Jogja Optimalkan Bank Sampah Hingga Tutup Tumpukan Sampah Dengan Pagar Agar Tak Terlihat Wisatawan

Meski demikian,ia optimis terhadap implementasi Perwal di Kota Jogja mulai menunjukkan hasil, khususnya di sektor ritel dan pasar. 

"Yang pasti teman-teman di retail yang paling terlihat tentang penggunaan plastik sekali pakai, terutama untuk kantong belanja. Ternyata tidak ada protes, karena secara korporasi di pusat mereka sudah menekankan pembatasan plastik,” ujar Haryoko.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Targetkan 13 Titik Penimbangan Sampah Akhir Tahun 2025, Mandala Krida Paling Besar Capai 30 Ton per Hari

Haryoko berharap pemerintah di kabupaten/kota lain di DIY bisa meniru langkah Kota Yogyakarta dalam pembatasan plastik sekali pakai.

"Memang kita berusaha untuk melangkah sendiri lah melangkah sendiri biar agar pengurangan sampah plastik juga bisa optimal gitu. Jadi memang kami juga berharap teman-teman di kabupaten kota yang lain juga akan seperti kami juga di kota untuk bisa melakukan pembatasan plastik sekali pakai," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Belum Bisa Sepenuhnya Seperti Bali Terapkan Anti Plastik, DLH Dorong Wilayah DIY Lain Untuk Tiru Kota Jogja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!