Neraca harian DLH Kota Yogyakarta. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta tengah menggenjot pemasangan timbangan sampah di seluruh depo operasional, dengan target 13 titik penimbangan hingga Desember mendatang.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, mengatakan saat ini sudah ada delapan titik timbangan yang terpasang, termasuk di Depo Lapangan Karang, THR, Pura Wisata, Karago Lobang, Mandala Krida, Pringgokusuman, Nitikan, dan Sorosutan. Beberapa lokasi lainnya, seperti Bonbin dan Utoro Loyo, masih dalam proses pemasangan.
"Rencananya semua depo yang selama ini dioperasikan akan terpasang timbangan. Hanya lokasi RRI Kotabaru yang tidak dipasang karena lokasinya sangat terbuka,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Penimbangan ini, kata dia, bertujuan untuk mengetahui berat sampah riil dari warga, baik yang diangkut menggunakan gerobak maupun kendaraan lainnya.
"Penimbangan ini untuk pendataan, jadi kita bisa tahu berapa berat sampah sebenarnya dari warga,” jelas Haryoko.
Baca juga: Marah Bunuh Diri Anak, Psikolog UGM Sebut Jadi Sinyal Darurat Kesehatan Mental Generasi Alpha
Mengenai kapasitas timbangan, Haryoko menyebut tidak ada batasan maksimal, tetapi saat ini depo Mandala Krida mencatat penimbangan tertinggi, sekitar 30 ton per hari.
"Ini masih uji coba dan belum ideal, tetapi menjadi indikasi besar sampah yang masuk di depo tersebut," katanya.
Diketahui, penimbangan di setiap depo dilakukan sesuai waktu operasional, yakni mulai pukul 05.00 hingga 22.00. Semua timbangan yang terpasang menggunakan sistem elektrik, sehingga berat sampah dari gerobak dapat langsung tercatat.
"Kami berupaya agar setiap depo dapat menampung sampah tanpa meluber. Untuk itu, kami juga memohon dukungan Pemda DIY agar pengangkutan sampah bisa dilakukan setiap minggu," ujar Haryoko.
Kendati demikian, Pemkot melalui APBD yang bersumber dari Pemkot Yogyakarta menyediakan pengadaan timbangan ini, khususnya untuk ukuran gerobak. Sayangnya, rincian biaya pengadaan belum dapat disebutkan.
"Dengan rencana pemasangan semua timbangan hingga Desember, kami berharap pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta menjadi lebih terukur dan efisien, sekaligus meminimalkan gangguan lingkungan akibat sampah yang menumpuk di depo," pungkas Haryoko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: