Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 17:40 WIB

Jelang Penutupan Total TPST Piyungan Awal 2026, Kota Yogya Kuwalahan Tampung Sampah 300 Ton Prr Hari, Minta Bantuan Pemda Siapkan Solusi

Jelang Penutupan Total TPST Piyungan Awal 2026, Kota Yogya Kuwalahan Tampung Sampah 300 Ton Prr Hari, Minta Bantuan Pemda Siapkan SolusiPenampakan sampah membludak di Depo depan Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, pada Kamis (18/9/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang rencana penutupan total Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan pada awal tahun 2026, berbagai pihak mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk segera menyiapkan solusi konkret penanganan sampah di wilayah tersebut. Hal ini mengingat kapasitas lahan pengolahan sampah di Kota Yogyakarta dan kabupaten sekitar semakin terbatas.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menegaskan bahwa persoalan sampah di DIY harus menjadi perhatian serius, terutama setelah penutupan sementara TPST Piyungan beberapa waktu lalu memunculkan berbagai persoalan di lapangan.

"Memang ini menjadi suatu peniscayaan harus kita berpikir keras untuk mencari solusi penanganan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Ketika TPST Piyungan masih beroperasi, persoalan belum terlalu terasa, tetapi setelah ditutup ternyata menimbulkan masalah, khususnya di Kota Yogyakarta yang tidak memiliki lahan cukup untuk menampung sampah,” ujarnya kepada awak media dikantornya, Kamis (13/11/2025).

Subiyantoro menilai bahwa penutupan TPST Piyungan bukan berarti akhir dari permasalahan. Ia menyoroti masih adanya potensi bahaya lingkungan dari gas metana yang dihasilkan timbunan sampah meskipun sudah ditutup.

"Ketika itu ditutup kemarin, tentu sampah yang menumpuk di dalamnya masih menghasilkan gas-gas berbahaya. Pemerintah harus turun tangan, karena bahkan sekarang masyarakat melakukan pembakaran sampah ilegal di sekitar sana. Siang hari pun terlihat asap-asap mengepul," jelasnya.

Ia menyambut baik langkah Pemda DIY yang menerima tawaran kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang jika dijalankan dengan serius.

"Kami bersyukur Pemda DIY sudah menerima tawaran pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Mudah-mudahan ini solusi yang tepat. Tapi, harus dikawal bersama karena dibutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton per hari agar proyek bisa berjalan optimal," tuturnya.

Kendati begitu, ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan media dalam mengubah pola pikir terkait pengelolaan sampah.

"Tanpa peran serta masyarakat, akan sulit jika hanya pemerintah yang bergerak. Media juga berperan penting menyadarkan masyarakat untuk turut serta dalam pengelolaan sampah," kata Subiyantoro.

Baca juga: Pasangan Suami Istri Teknik Kimia UGM Dikukuhkan Guru Besar, Soroti Tantangan Energi dan Lingkungan

Dilokasi yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menyebut bahwa pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi dari Pemda DIY terkait jadwal penutupan total TPST Piyungan.

"Kami belum mendapat pemberitahuan resmi, tapi informasi sejak awal memang menyebutkan bahwa per 2026 TPST Piyungan benar-benar sudah tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Haryoko mengaku masih bergantung pada bantuan Pemda DIY untuk mengevakuasi sampah yang menumpuk di kota. Dengan luas wilayah hanya 32 kilometer persegi dan 90 persen sudah menjadi permukiman, Kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 300 - 332 ton sampah per hari.

"Kami dengan segala keterbatasan lahan belum bisa menyelesaikan sampah kami sendiri. Pengolahan sampah idealnya dilakukan jauh dari permukiman, tapi kami terpaksa mendirikan unit di Nitikan, Kranon, Karangmiri, dan Giwangan agar sampah tetap bisa ditangani," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jelang Penutupan Total TPST Piyungan Awal 2026, Kota Yogya Kuwalahan Tampung Sampah 300 Ton Prr Hari, Minta Bantuan Pemda Siapkan Solusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!