Salah satu penampilan peserta Angklung in Harmony #4 di Waterboom Jogja. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Waterboom Jogja kembali menggandeng AKSYKA (Angklung Kids Yogyakarta) untuk menyelenggarakan ajang kompetisi bergengsi tahunan Angklung In Harmony yang kini memasuki tahun keempat. Acara ini digelar selama empat hari, yakni pada 25 - 26 Oktober serta 1 - 2 November 2025 di area Harbour Theater Waterboom Jogja, dan diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari 124 TK dan SD se-DIY.
Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, dimana setiap kelompok peserta wajib membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan bertema budaya. Penampilan diisi dengan kreativitas anak-anak dalam memadukan alat musik tradisional angklung secara harmonis.
General Manager Waterboom Jogja, Agus Rohiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.
"Tujuan utama Angklung in Harmony adalah menanamkan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia sejak usia dini. Melalui angklung, anak-anak belajar tentang kekompakan, kebersamaan, dan harmonisasi,” ujarnya belum lama ini.
Agus menjelaskan bahwa korelasi antara Waterboom Jogja dan kegiatan budaya ini sangat erat.
"Waterboom Jogja memang kami rancang untuk keluarga. Selain wahana bermain air, kami juga memiliki museum air yang bersifat edukatif. Melalui event ini, kami ingin anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar tentang kebudayaan dan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman bangsa,” tuturnya.
Ke depan, kata Agus, Waterboom Jogja berencana memperluas jangkauan peserta hingga wilayah Jawa Tengah, serta menghadirkan kompetisi seni anak lainnya seperti lomba drum band tingkat DIY.
“Kami ingin terus mengembangkan potensi seni anak-anak, karena pendidikan itu bukan hanya soal sains, tapi juga mengasah otak kanan lewat seni dan budaya,” tandasnya.
Angklung in Harmony #4 di Waterboom Jogja. (Olivia Rianjani)
Ajang Angklung In Harmony #4 tahun ini menjadi semakin istimewa karena turut mendapat perhatian khusus dari Gusti Kanjeng Ratu Hemas (GKR Ratu Hemas), yang memberikan dukungan kepada para peserta.
"Kalian adalah masa depan musik tradisi Indonesia. Teruslah berkarya, teruslah berharmony. Angklung In Harmony #4 merayakan budaya dan menginspirasi generasi,” pesan GKR Hemas.
Kompetisi ini juga menghadirkan dewan juri yang terdiri dari seniman dan akademisi musik terkemuka di Yogyakarta, antara lain Radyan Sugandi, S.Pd, Ainun Nais, S.Sn, dan Agnes Profit.
Selain itu, sejumlah tamu kehormatan turut hadir menyaksikan penampilan para peserta, seperti Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung