Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 17:40 WIB

Banyak Dana Pemda Masih Mengendap, Ekonom UGM Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran Dan Jangan Sekadar Mengejar Serapan Anggaran

Banyak Dana Pemda Masih Mengendap, Ekonom UGM Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran Dan Jangan Sekadar Mengejar Serapan AnggaranData efisiensi anggaran DIY. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti tingginya dana milik pemerintah daerah (pemda) yang masih mengendap di bank dan kas daerah. Kondisi ini dinilai kurang mendukung percepatan ekonomi nasional yang saat ini tengah membutuhkan dorongan belanja untuk memperkuat daya beli masyarakat.

Setiap tahun, sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tercatat menumpuk dalam jumlah triliunan rupiah. Hal ini menunjukkan efektivitas penyaluran belanja pemerintah daerah ke sektor produktif masih relatif rendah.

Menanggapi hal itu, Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Evi Noor Afifah, menekankan bahwa fenomena dana mengendap bukan hal baru dan perlu dianalisis dari pola tahunan.

"Kita perlu cermati data series-nya. Jika memang berpola, maka itu adalah siklus transfer ke daerah dan belanjanya. Berbagai proyek sering kali polanya seperti huruf S sesuai dengan termin pembayarannya,” ujar Evi kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).

Baca juga: Cerita Amanda Eka Lupita Jadi Lulusan Termuda UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun

Evi menjelaskan percepatan realisasi belanja tidak hanya penting untuk merangsang ekonomi jangka pendek, tetapi juga memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Fungsi belanja pemerintah adalah mengalirkan dana ke berbagai aktivitas ekonomi. Kalau dibelanjakan sesuai peruntukannya, maka efek penggandanya akan bergerak ke sektor-sektor lain,” jelasnya.

Baca juga: Separuh Siswanya Jadi Salah Satu Korban Keracunan Massal Dugaan Lauk MBG, Kepsek SMPN2 Mlati Sleman Akan Pertimbangkan Terima MBG

Meski begitu, Evi mengingatkan bahwa penyerapan anggaran yang cepat saja tidak cukup. Menurutnya, anggaran belanja harus berkualitas, tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi publik.

"Belanja pemerintah bukan sekadar mengejar serapan anggaran, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banyak Dana Pemda Masih Mengendap, Ekonom UGM Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran Dan Jangan Sekadar Mengejar Serapan Anggaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!