JOGJA - Dugaan keracunan massal terjadi di tiga sekolah di wilayah Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, yaitu SMPN 2 Mlati, MAN Mlati, dan SDN Jombor Lor. Kejadian ini terjadi setelah siswa dan sebagian guru mengonsumsi lauk MBG.
Di SMPN 2 Mlati sendiri, diungkapkan Kepala Sekolahnya, Isnan Abadi, bahwa jumlah siswa yang terdampak cukup signifikan.
"Dari total 470 siswa, sekitar 200 siswa merasakan gejala keracunan. Ya hampir 50 persen dari keseluruhan," ujarnya ditemui wartawan dilokasi, Jumat (24/10/2025).
Isnan juga menjelaskan, ada beberapa siswa yang tidak terdampak karena tidak sempat makan atau kondisi tubuh yang cukup prima.
"Ada yang tidak makan karena kemarin habis sholat belum sempat makan, ada juga yang kondisinya bagus," katanya.
Menurutnya, makanan yang disajikan pada hari itu berupa opor ayam, kentang balado, anggur, acar, dan nasi.
"Biasanya drop makanan sampai di sekolah itu jam setengah 11 atau jam 11," tuturnya.
Isnan menambahkan, tidak hanya siswa, beberapa guru juga mengalami gejala serupa.
"Tidak satu tapi ada tujuh guru," imbuhnya.
Meski begitu, menurut Isnan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal hingga pukul 14.00 WIB.
"Guru yang keracunan sudah aman, mereka tetap mendampingi siswa," ujarnya.
Baca juga: Lagi, Keracunan Massal Diduga Konsumsi Lauk MBG Di Tiga Sekolah Mlati Sleman, 1 Dirujuk di RSA UGM
Sementara terkait kebijakan sekolah terhadap siswa yang terdampak, Isnan menyebut bahwa keputusan tergantung dari pihak Kapanewon, Dandim, maupun pihak yang bekerja sama dengan sekolah.
"Itu tergantung kebijakan mereka," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung