Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 OKTOBER 2025 • 16:15 WIB

Pembukaan FKY 2025, Sultan HB X: FKY 2025 Jadi Ruang Merayakan Kedekatan di Tengah Jarak

Pembukaan FKY 2025, Sultan HB X: FKY 2025 Jadi Ruang Merayakan Kedekatan di Tengah JarakPembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 resmi dibuka di Lapangan Logandeng, Gunungkidul, belum lama ini mengusung tajuk “Adoh Ratu Cedak Watu”. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 resmi dibuka di Lapangan Logandeng, Gunungkidul, belum lama ini mengusung tajuk “Adoh Ratu Cedak Watu”, perhelatan kebudayaan tahunan ini menyoroti tema adat istiadat sebagai bagian dari peta jalan tematik lima tahunan FKY (2023 - 2027).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, melalui Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan bahwa FKY 2025menemukan rumahnya” bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara makna.

Tema FKY tahun ini, ‘Adoh Ratu Cedak Watu’, saya paham bukan sekadar permainan kata, melainkan cermin dari realitas yang telah lama membentuk watak masyarakatnya,” ujar Ni Made membacakan sambutan Sultan HB X.

Ia menuturkan, jarak dengan pusat kekuasaan dalam konteks Gunungkidul bukanlah bentuk keterasingan, melainkan ruang untuk tumbuh dan mandiri.

"Dari jarak itulah tumbuh cara pandang yang unik di mana masyarakat Gunungkidul menemukan keseimbangan antara hormat, mandiri, dan berbudaya. Jarak fisik yang awalnya terasa memisahkan perlahan menjadi ruang yang memberi kesempatan untuk mengolah daya, membangun kemandirian, dan melahirkan kebudayaan yang kuat akar, tetapi lentur menghadapi zaman," tuturnya.

Lanjut Sultan HB X menekankan bahwa "Adoh Ratu Cedak Watu" bukan tentang keterjauhan dari kekuasaan, melainkan refleksi hubungan yang sehat antara rakyat dan penguasa.

Saya melihat ungkapan ini bukan sebagai jarak yang memisahkan, melainkan jarak yang memberi ruang agar hubungan antara kekuasaan dan rakyatnya tetap sehat, saling memahami, dan tidak saling menelan. Dari jarak itulah muncul rasa hormat yang tumbuh dari kesadaran, bukan dari ketakutan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kebudayaan seharusnya menjadi ruang dialog yang lembut namun pasti, menghubungkan antara pusat dan pinggiran, antara yang mengatur dan yang diatur.

"Saya percaya, dari Gunungkidul kita belajar bahwa kemajuan tidak harus menjauh dari akar, bahwa modernitas tidak perlu memutus tradisi, dan bahwa kreativitas justru tumbuh dari kedekatan dengan kehidupan nyata,” kata Ni Made.

Sultan berharap FKY 2025 menjadi ruang yang “hangat, jujur, dan reflektif”, dimana sebagai tempat untuk merayakan kedekatan di tengah jarak dan menemukan kembali nilai-nilai yang membuat Yogyakarta istimewa bukan karena predikat, tetapi karena sikap.

Baca juga: Kata Bupati Harda Soal Pemindahan Pedagang Pasar Godean Sleman Diundur

Direktur FKY 2025: Gunungkidul Jadi Rumah Alami bagi Tema Adat-Istiadat

Pembukaan FKY 2025, Sultan HB X: FKY 2025 Jadi Ruang Merayakan Kedekatan di Tengah JarakFestival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 resmi dibuka di Lapangan Logandeng, Gunungkidul, belum lama ini mengusung tajuk “Adoh Ratu Cedak Watu” (Olivia Rianjani)

Direktur FKY 2025, B.M. Anggana menegaskan bahwa edisi ke-36 FKY ini menjadi momen penting dalam perjalanan lima tahunan festival, setelah tema pangan di Kulon Progo (2023) dan benda di Bantul (2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pembukaan FKY 2025, Sultan HB X: FKY 2025 Jadi Ruang Merayakan Kedekatan di Tengah Jarak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!