Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 20:40 WIB

Bantu Komunikasi Anak Celebral Palsy Dan Speech Delay, Empat Mahasiswa UGM Ini Ciptakan Aplikasi "Kata Kita" Dilengkapi Fitur AR

Bantu Komunikasi Anak Celebral Palsy Dan Speech Delay, Empat Mahasiswa UGM Ini Ciptakan Aplikasi Kata Kita Dilengkapi Fitur AREmpat mahasiswa UGM saat memaparkan permainan digital interaktif yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak penyandang cerebral palsy dan speech delay, Jumat (10/10/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi teknologi edukatif berupa aplikasi Kata Kita, sebuah permainan digital interaktif yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak penyandang cerebral palsy dan speech delay berlatih berbicara dengan cara yang menyenangkan.

Tim pengembang terdiri dari Muhammad Zufar Syafiq dan Muhammad Haidar Syafiq dari Fakultas Teknik Informatika, Kesha dari Fakultas Psikologi, serta Nabila Samna Haki (Abing) dari Fakultas Ilmu Budaya UGM. Mereka bekerja sama dengan Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) Yogyakarta dimana komunitas yang menaungi orang tua dan anak-anak penyandang cerebral palsy.

Zufar menuturkan, ide pembuatan aplikasi ini muncul setelah timnya melakukan observasi langsung ke komunitas WKCP. Hasilnya, mereka menemukan mayoritas anak dengan cerebral palsy mengalami kesulitan berbicara.

Sekitar 75 persen anak cerebral palsy belum bisa berbicara sama sekali, sementara sisanya mengalami keterlambatan bicara ringan hingga sedang,” ujar Zufar kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, banyak keluarga kesulitan mengakses terapi wicara karena keterbatasan biaya dan mobilitas. Selain itu, media terapi konvensional yang ada dinilai masih monoton dan kurang menarik bagi anak-anak.

Kami ingin menghadirkan media yang bisa membantu terapi bicara, tapi dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak,” ucapnya.

Melalui Kata Kita, anak-anak akan diajak berpetualang bersama karakter utama bernama Budi, seorang anak dengan keterlambatan bicara. Dalam permainan, Budi harus mengumpulkan “buku resep” di berbagai level seperti kebun, peternakan, atau dapur untuk mengembalikan kemampuannya berbicara.

Baca juga: Atasi Darurat Sampah di DIY, Tim PKM-K UGM Kembangkan “Wormibox”: Inovasi Cerdas Budidaya Cacing Tanah Remaja

Setiap “buku” berisi tantangan pengucapan kata sederhana, misalnya “apel” atau “bawang”. Aplikasi kemudian mendeteksi suara anak dan menilai ketepatan pengucapannya secara otomatis.

Kalau anak salah mengucap, tidak ada penalti atau teguran keras. Sebaliknya, muncul pesan afirmatif seperti ‘Wah, kamu sudah hebat!’ supaya mereka tetap semangat,” jelas Zufar.

Rekan lainnya, Muhammad Haidar Syafiq, turut menyampaikan bahwa pendekatan positif ini, kata dia, penting karena banyak anak dengan keterbatasan bicara cenderung sensitif terhadap nada negatif atau kritik langsung.
Tak hanya itu, Kata Kita juga dilengkapi fitur Augmented Reality (AR) berupa kartu interaktif.

Setelah menyelesaikan satu level permainan, anak akan mendapatkan kartu yang bisa dipindai menggunakan kamera, menampilkan gambar 3D hewan atau benda yang baru mereka pelajari.

Fitur AR membuat proses belajar tidak membosankan. Anak bisa melihat objek muncul di layar setelah berhasil mengucapkan kata tertentu,” ujar Haidar.

Selain aspek permainan, aplikasi ini juga terintegrasi dengan website pemantauan untuk orang tua. Melalui dasbor, orang tua dapat melihat perkembangan anak secara detail mulai dari kata yang sudah dikuasai, tingkat akurasi pengucapan, hingga progres belajar dari waktu ke waktu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bantu Komunikasi Anak Celebral Palsy Dan Speech Delay, Empat Mahasiswa UGM Ini Ciptakan Aplikasi "Kata Kita" Dilengkapi Fitur AR

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!