Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 17:40 WIB

Tegaskan Bukan Hilangkan Pekerjaan, Alasan Pemda DIY Segera Tertibkan Ribuan Bentor Peralihan ke Becak Kayuh Bertenaga Alternatif

Tegaskan Bukan Hilangkan Pekerjaan, Alasan Pemda DIY Segera Tertibkan Ribuan Bentor Peralihan ke Becak Kayuh Bertenaga AlternatifBecak motor (bentor) Yogyakarta. (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan penertiban terhadap keberadaan becak motor (bentor) yang dinilai sudah melebihi kebutuhan dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan di ruang publik. Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan langkah penertiban ini bukan bertujuan untuk menghapus mata pencaharian para pengemudi bentor, melainkan untuk melakukan penataan agar lebih tertib dan aman.

Bukan kita bermaksud menghilangkan pekerjaan mereka, tapi menata. Penataan ini bisa soal modanya, layanannya maupun jumlahnya. Karena kalau sudah over seperti saat ini, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan dan semrawut,” ujar Made di Bangsal Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (10/10/2025).

Menurut Made, berdasarkan pendataan terakhir pada masa pandemi COVID-19, jumlah bentor di DIY mencapai sekitar 2.000 unit dan diyakini jumlah tersebut kini semakin bertambah. Kondisi ini, kata dia, memerlukan langkah penertiban, terutama di kawasan wisata seperti Malioboro, agar tetap nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Semua kawasan, termasuk Malioboro, tentu punya kapasitas untuk kendaraan, termasuk becak. Kapasitas itu mencakup becak kayuh, becak kayuh bertenaga alternatif, dan bentor. Karena itu, kami perlu menata agar tidak terjadi kelebihan jumlah,” jelasnya.

Baca juga: UGM Sabet Tiga Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2025

Sebagai bagian dari solusi, Pemda DIY tengah mendorong penggunaan becak kayuh bertenaga alternatif sebagai pengganti bentor. Hingga saat ini, telah ada sekitar 90 unit becak kayuh bertenaga alternatif yang beroperasi, dan jumlahnya akan terus ditingkatkan.

Kami sudah berusaha sejak tahun 2020, bagaimana agar ada becak yang tetap digenjot tapi tidak capek lagi. Namun perlu dipahami, bertambahnya becak bertenaga alternatif bukan berarti jumlah bentor boleh bertambah,” tegas Made.

Made menambahkan, Pemda DIY juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan beberapa negara pemerhati Low Emission Zone untuk mendapatkan dukungan dalam pengadaan becak ramah lingkungan tersebut.

Kami sudah menyampaikan rencana ini ke pusat, dan juga menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang bisa men-support kami agar jumlah becak kayuh bertenaga alternatif bisa bertambah,” imbuhnya.

Baca juga: Atasi Darurat Sampah di DIY, Tim PKM-K UGM Kembangkan “Wormibox”: Inovasi Cerdas Budidaya Cacing Tanah Remaja

Selain masalah jumlah, Pemda DIY juga menemukan bahwa tidak semua pengemudi bentor ber-KTP DIY, yang menambah kompleksitas persoalan di lapangan.

"Oleh karena itu, langkah penataan ini dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi para pengemudi," pungkas Made.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tegaskan Bukan Hilangkan Pekerjaan, Alasan Pemda DIY Segera Tertibkan Ribuan Bentor Peralihan ke Becak Kayuh Bertenaga Alternatif

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!