Momen para ojek online dari Jogjakita saat berkumpul. (Istimewa)
JOGJA - Di tengah dominasi aplikasi transportasi buatan korporasi besar, kehadiran Jogjakita menjadi angin segar bagi warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aplikasi karya anak bangsa ini tak hanya menyediakan layanan transportasi online, tetapi juga membawa misi sosial yakni memberdayakan masyarakat lokal. Hingga awal Agustus 2025, 99 persen mitra pengemudi Jogjakita merupakan warga asli DIY yang ber-KTP Jogja.
Hal ini disampaikan Direktur Jogjakita, Bagus Cahyono, yang menegaskan komitmen Jogjakita untuk menjadi bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
“Jogjakita bukan sekadar aplikasi transportasi, ini adalah gerakan sosial dan ekonomi untuk warga Jogja. Sehingga, dengan pengemudi lokal, kepercayaan pelanggan meningkat karena mereka merasa dilayani oleh tetangga sendiri," ujarnya, pada Jumat (1/7/2025).
Selain itu, menurut Bagus, krhadiran pengemudi lokal diyakini tidak hanya menumbuhkan rasa aman, tetapi juga menjadikan layanan lebih efisien.
"Pengemudi ini hafal jalan-jalan kecil dan jalur alternatif di dalam kota mampu mempersingkat waktu tempuh serta meminimalkan kemungkinan tersesat," tandas Bagus.
Senada, General Manager Operasional Jogjakita, Dheny Septiawan, yang juga merupakan putra asli Bantul. Ia menilai keterlibatan warga lokal memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan.
"Dengan driver lokal, kami lebih mudah membangun kedisiplinan, pelayanan yang ramah, dan rasa tanggung jawab terhadap pelanggan. Jogjakita bukan milik investor luar. Ini milik kita, wong Jogja," ucapnya.
Lebih dari sekadar platform layanan transportasi, lanjut Dheny, Jogjakita mengusung sejumlah komitmen jangka panjang. Mulai dari menyerap tenaga kerja lokal, khususnya di wilayah urban dan pinggiran kota, hingga mendukung inisiatif transportasi ramah lingkungan yang sesuai dengan arahan Dinas Perhubungan DIY, pemerintah pusat, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Jogjakita juga mengangkat nilai-nilai pelayanan khas Yogyakarta yang dikenal ramah, santun, dan beretika. Maka, nilai-nilai yang perlahan mulai tergerus dalam layanan transportasi modern berbasis aplikasi," imbuhnya.
"Dengan semangat slogan Asli Jogja, untuk Jogja, Jogjakita kini menjelma menjadi lebih dari sekadar aplikasi transportasi. Ia menjadi simbol kemandirian, kebanggaan, dan solidaritas warga Yogyakarta di tengah arus modernisasi," pungkas Dheny.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers