Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 15 JULI 2025 • 14:25 WIB

Rismon Bantah Tudingan Terkait Isu Dugaan Ijazah Palsu Milik Jokowi Bermuatan Politik : Saya Bukan Alat Politik, Saya Enggak Terlibat Ormas!

Rismon Bantah Tudingan Terkait Isu Dugaan Ijazah Palsu Milik Jokowi Bermuatan Politik : Saya Bukan Alat Politik, Saya Enggak Terlibat Ormas!Ahli digital forensi, Rismon Sianipar saat mendatangi laporan SPKT di Mapolda DIY pada Selasa (15/7/2025), terkait dugaan berita bohong yang dilontarkan Jokowi. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) terus mencuat ke publik, salah satu yang menjadi perbincangan publik yakni polemik tersebut diduga "ditunggangi" politisi. Menyikapi hal itu, Ahli digital forensik Dr. Rismon Sianipar yang turut mengkaji keaslian dokumen-dokumen akademik Presiden, menegaskan bahwa langkahnya bukan bermuatan politik, melainkan murni berbasis sains dan demi kejujuran sejarah Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan kepada awak media usai membuat pelaporan dugaan berita bohong Presiden RI ke-7 tersebut ke Mapolda DIY, pada Selasa (15/7/2025).

Saya kan seorang peneliti ya, enggak terlibat oleh ormas ataupun organisasi politik apapun. Ini demi sejarah Republik Indonesia,” tegas Rismon.

Lebih lanjut, Rismon menantang Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka secara transparan seluruh proses akademik Jokowi saat kuliah di Fakultas Kehutanan. Menurutnya, publik saat ini sudah cerdas dan bisa melihat berbagai kejanggalan.

Bayangkan seseorang yang menyelesaikan proses akademiknya di UGM, ya enggak mungkin lah dosen pembimbing skripsinya bisa lupa. Belum lagi tentang lembar pengesahan skripsi yang sangat modern. Bu Tifa sekarang memiliki bundel skripsi saat itu, di mana semua batang tubuhnya pakai teknologi mesin ketik,” ujarnya.

Selain itu, Rismon menyoroti dugaan inkonsistensi data akademik, termasuk nilai-nilai mata kuliah dasar dan ketidaksesuaian tahun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Masyarakat sekarang sudah cerdas. Seseorang yang menyelesaikan proses akademiknya di UGM, ya enggak mungkin lah dosen pembimbing skripsinya bisa lupa,” ucapnya.

Rismon juga menyoroti penggunaan teknologi modern dalam lembar pengesahan skripsi, yang menurutnya tidak sesuai dengan teknologi mesin ketik yang umum digunakan saat itu. Hal itu diperkuat dengan klaim bahwa pihaknya memiliki bundel bukti autentik dari masa tersebut.

Bu Tifa sekarang memiliki bukti, yakni bundel, bahwa skripsi saat itu dimana lembar pengesahannya dan semua batang tubuhnya itu pakai teknologi mesin ketik. Itu kan sudah menjelaskan banyak hal,” ungkapnya.

Rismon menyebut bahwa analisis yang ia lakukan itu berbasis metode ilmiah, bukan opini ataupun politisasi. Ia menyebut beberapa teknik forensik digital yang digunakan, termasuk error level analysis, deteksi kanal RGB, pencocokan citra berbasis AI, hingga phone identification.

Karena itu, ia menepis tudingan bahwa dirinya memiliki agenda politik dalam melaporkan Jokowi tersebut, Rismon membantah keras.

Memangnya ya kalau memang ada agenda politik, apa agenda politiknya? Jangan menghindar pada esensi. Kalau Jokowi benar - benar lulusan UGM, pasti bangga, tanpa dimintapun pasti menunjukkan,” ujarnya.

"Setelah kasus ini selesai, saya akan kembali pulang kampung memancing di Danau Toba. Nggak ada intensi saya untuk menjadi apapun,” tegas Rismon, sambil mengungkap banyaknya tawaran (politik) yang ia tolak.

Terkait laporan Jokowi terhadap dirinya yang sudah naik ke tahap penyidikan di Polda Metro Jaya, Rismon mengatakan akan menghormati proses hukum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rismon Bantah Tudingan Terkait Isu Dugaan Ijazah Palsu Milik Jokowi Bermuatan Politik : Saya Bukan Alat Politik, Saya Enggak Terlibat Ormas!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!