Senin, 20 JULI 2026 • 13:05 WIB

Kisah Fecia, Anak Petani Berpenghasilan Rp 1 Juta Lolos Agronomi UGM Kuliah Gratis

Author

Potret Fecia Laura Revani (18) bersama orang tuanya. (Istimewa)

JOGJA - Hidup dalam keterbatasan ekonomi tak surutkan langkah Fecia Laura Revani (18) untuk merajut asa di bangku perguruan tinggi. Putri bungsu dari pasangan Subyono (51) dan Puji (46), warga Padukuhan Tunggul Barat, Semanu, Gunungkidul, ini resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi Agronomi Universitas Gadjah Mada (UGM) jalur UM UGM CBT.

Latar belakang keluarganya terbilang sangat sederhana. Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu rata-rata Rp 1 juta per bulan sementara sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga. Meski demikian, keterbatasan finansial tersebut tak menyurutkan tekad Fecia maupun dukungan kedua orang tuanya.

Selama mengenyam pendidikan di SMAN 1 Wonosari, Fecia dikenal sebagai siswa yang aktif. Selain tergabung dalam organisasi Patroli Keamanan Sekolah (PKS), ia juga merupakan vokalis band sekolah yang kerap menyumbang piala. Padatnya aktivitas sempat membuatnya kewalahan membagi waktu antara kegiatan ekstrakurikuler dan persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Namun, ia tetap menempatkan prioritas utamanya pada bidang akademik.

"Jika di sekolah sedang ada ujian, saya mengutamakan ujian sekolah terlebih dahulu. Setelah itu, jika ada waktu luang setelah pulang sekolah, saya usahakan mencicil belajar sedikit demi sedikit untuk persiapan ujian masuk perguruan tinggi," ujar Fecia, Senin (20/7/2026).

Impian Fecia untuk mendalami ilmu pertanian sejatinya sudah tertanam sejak lama. Langkahnya sempat terjal ketika dipastikan tidak lolos melalui jalur SNBP maupun SNBT. Beruntung, Fecia menolak menyerah. Lewat kegigihan belajar dan doa yang tak putus, ia akhirnya berhasil membendung kegagalan tersebut melalui jalur mandiri UGM.

Baca juga: Peringatkan Ancaman Kelaparan Global di 2050, Dosen UGM Sebut Manusia Bakal Rebutan Makanan :"Pemerintah Harus Lakukan Ini"

Semangatnya memilih jurusan pertanian pun berakar dari kegemarannya sehari-hari yang didukung penuh oleh sang ibu.

"Dari awal tertariknya, ke pertanian untuk membudidaya tanaman. Karena suka menanam tanaman, jadi ingin tahu lebih banyak lagi tentang tanaman-tanaman,"ungkap Puji.

Meski sempat diselimuti kekhawatiran terkait besarnya biaya perkuliahan, Puji selalu memelihara keyakinan bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing.

"Memang secara hitung-hitungan penghasilannya cuma segini, tapi dari awal kan insya Allah anak saya itu kan memiliki rezeki sendiri gitu," tutur Puji.

Keyakinan tersebut membuah hasil manis. Lewat pengajuan beasiswa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diperjuangkan orang tuanya ke pihak kampus, Fecia resmi memperoleh Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen alias biaya UKT Rp0.

Bisa berkuliah secara gratis di jurusan impian membuat Fecia amat bersyukur. Bagi Fecia, perjuangan kedua orang tuanya adalah lecutan semangat terbesar untuk terus melangkah.

"Mereka sudah berjuang banyak buat aku, sudah ngorbanin semuanya buat aku sampai apa ya cari uang ke mana-mana gitu," ucap Fecia.

Keluarga kecil ini menyambut hangat kabar baik tersebut. Puji dan suaminya berharap proses perkuliahan Fecia dapat berjalan lancar hingga tuntas. Mereka tak henti-hentinya menanamkan nilai-nilai spiritual dan kerja keras kepada sang anak.

"Kami selalu mengajarkan Fecia untuk selalu banyak berdoa, berusaha secara maksimal semampunya, dan memasrahkan hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," jelas Puji.

Baca juga: Kisah Rofi, Anak Penjual Ikan Keliling Cilacap yang Tembus Psikologi UGM dengan Kuliah Gratis

Menutup kisahnya, Fecia memberikan pesan menyentuh bagi rekan-rekan sebaya yang tengah berjuang meraih mimpi agar tidak mudah patah semangat dan selalu meyakini proses.

"Meskipun saya sendiri memiliki banyak kekurangan dan belajar kurang maksimal, saya percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil," pungkas Fecia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU