Senin, 29 JUNI 2026 • 09:47 WIB

Tradisi Merti Kampung Bangunrejo Jogja, Perkuat Gotong Royong dan Ekonomi Warga

Author

Tradisi Merti Kampung di Yogyakarta. (jogjakota.go.id)

JOGJA - Tradisi Merti Kampung kembali menjadi momentum kebersamaan bagi warga Kampung Bangunrejo RW 13, Kelurahan Kricak, Kota Yogyakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-10, kegiatan tahun ini mengangkat tema “Sedasawarsa Ruwat, Rawat, Rawit”.

Tema tersebut mencerminkan semangat warga untuk terus meruwat dan merawat kampung, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui potensi lokal. Rangkaian Merti Kampung Bangunrejo digelar selama empat hari dan mencapai puncaknya pada Minggu (28/6/2026).

Selain menjadi bentuk ungkapan syukur warga, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi masyarakat dalam menampilkan potensi seni, budaya, hingga produk-produk UMKM. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi konsistensi warga Kampung Bangunrejo yang selama satu dekade mampu menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Sepuluh kali berturut-turut bukan hal yang mudah. Artinya masyarakat memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga tradisi, menjaga kebersamaan, dan menjaga kampungnya,” ujar Hasto.

Baca juga: Eks Ketua BEM KM UGM Tiyo: Laporan Hukum Tidak Menghentikan Langkah Saya Mengawasi Bangsa

Menurut Hasto, Merti Kampung tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama kawasan sungai.

“Ini menjadi bagian dari melestarikan budaya, juga melestarikan lingkungan sungai. Sesepuh, pinisepuh sampai anak-anak turut serta. Semoga ini bisa terus berkelanjutan, apalagi Kricak sudah menjadi Kelurahan Budaya di Kota Yogyakarta,” katanya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya akan semakin kuat apabila melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, tradisi seperti Merti Kampung perlu terus dipertahankan sebagai ruang belajar bersama sekaligus penghubung antargenerasi.

Keterlibatan anak-anak dalam pentas seni Merti Kampung Bangunrejo juga menjadi salah satu bukti bahwa pelestarian budaya dapat dikenalkan sejak dini.

Baca juga: Dugaan Korupsi Proyek Mesin Susu 2023, Eks Kepala Dinas Koperasi Ngaku Jadi Pihak yang dirugikan

Ketua RW 13 Kampung Bangunrejo, Haryanto, mengatakan penyelenggaraan Merti Kampung tahun ini memiliki makna khusus. Selain menandai perjalanan satu dekade, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi warga setelah Kelurahan Kricak ditetapkan sebagai Kelurahan Budaya.

Sebelumnya, Kricak telah melalui proses sebagai rintisan kampung budaya. Status baru tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat untuk terus menjaga identitas budaya lokal.

“Status Kelurahan Budaya ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami. Masyarakat ingin membuktikan bahwa budaya tidak hanya dilestarikan melalui pertunjukan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Haryanto.

Baca juga: Mesin Susu Mangkrak Berujung Kantor Dinkop DIY digeledah Kejati, Sekda: Kami Koorperatif, Silakan Diproses!

Puncak perayaan Merti Kampung Bangunrejo berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan. Di antaranya penampilan seni tari dari enam kontingen, bazar UMKM yang diikuti 36 stan, serta pelepasan benih ikan di Sungai Winongo sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai.

Haryanto menyebut antusiasme masyarakat tidak hanya memperkuat kebersamaan warga, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian lokal. Selama empat hari pelaksanaan, bazar UMKM berhasil mencatat omzet sekitar Rp92 juta.

“Alhamdulillah perputaran ekonomi selama pelaksanaan Merti Kampung sangat baik. Ini menunjukkan kegiatan budaya juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Harapannya ke depan pelaksanaannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas,” tutupnya.

Melalui Merti Kampung, warga Bangunrejo menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, tradisi dapat menjadi ruang untuk merawat budaya, memperkuat gotong royong, menjaga lingkungan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jogjakota.go.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU