Cerita Persiapan Tim KKN UGM Terjauh ke Biak Papua: Dari Bidding Sponsor Hingga Survei Online Bersama Bupati Demi Program Unggulan Ini
JOGJA - Sebanyak 8.178 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dilepas untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang berlangsung di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6/2026), menjadi penanda dimulainya pengabdian selama 50 hari di berbagai penjuru Indonesia.
Salah satu kelompok yang menarik perhatian adalah tim KKN yang akan diterjunkan ke Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Amausdo, Padaido, Biak Numfor, Provinsi Papua, dimana lokasi ini yang terjauh dibanding tim lainnya serta merupakan lokasi baru.
Saraswati Baktiantoro, mahasiswa Antropologi Budaya angkatan 23, mengungkapkan bahwa penempatan di pulau terluar Papua ini merupakan hasil dari tekad bulat timnya untuk mengabdi.
"Betul, itu memang keinginan dari kita sendiri meskipun ada beberapa kali kita dipindahkan oleh Bupati Biak Numfor, tapi pada akhirnya settle di satu tempat yaitu di Kampung Saribra," ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Menurut Saras, pemilihan lokasi di kepulauan ini didasari oleh kecintaan tim terhadap petualangan dan keinginan untuk memberikan kontribusi nyata.
"Kalau dari saya sendiri memang suka untuk berpetualang. Memang hobi untuk traveling juga. Jadi untuk mengabdi ke sana itu adalah suatu keistimewaan tersendiri buat aku. Kemudian teman-teman juga untungnya memiliki visi yang sama. Yang pasti dan prioritas dari kami adalah ingin mengabdi, ingin membagikan ilmu-ilmu yang sudah kita dapat di umur 20 tahunan ini untuk bisa membagikan ke mereka," ucapnya.
Tim yang beranggotakan 30 orang ini akan fokus pada program pemberdayaan masyarakat (community empowerment). Saras menjelaskan bahwa program mereka meliputi pembangunan infrastruktur hijau, pengembangan UMKM, hingga pariwisata partisipatif.
Terkait ketahanan pangan, mereka akan berfokus pada manajemen usaha bagi masyarakat nelayan setempat agar dapat mengelola hasil tangkapan mereka secara mandiri.
"Itu juga sudah di-ACC dengan Pak Bupati, kemudian dengan Kepala Dinas-Kepala Dinas yang ada di sana," ungkapnya.
Meski lokasi tersebut tergolong baru bagi tim UGM, komunikasi tetap berjalan intensif, dimana tepat sekitar 2 hari yang lalu, Bupati setempat sudah lakukan lalu dikabarkan mahasiswa melalui video call.
"Jadi sudah video call juga sama saya. Secara online, Pak Bupati kemudian Kadis-kadis itu ngasih tau, 'Oh ini kurang ini', 'Pondokannya seperti ini', 'Nanti SD-nya akan seperti ini'," jelas Saras.
Dalam hal pendanaan, tim ini mengandalkan kreativitas dalam menggaet sponsor. Saras membeberkan bahwa pendanaan terbesar justru berasal dari mitra eksternal, bukan dari kampus.
"Pendanaan besar dari kami, kemudian ada sponsorship dari PT-PT lainnya juga, kemudian dari KKN UGM alhamdulillah juga membantu secara persentase," papar Saras.
Ia merinci, dukungan terbesar berasal dari Paragon sekitar 25 persen, sementara sponsor lain berkontribusi sekitar 10 persen.
"Kita itu dari awal memang ada tujuannya masing-masing ke tiap sponsor. Jadi kita akan buat setiap proposal itu berbeda. Jadi untuk bisa tembus di salah satu sponsor itu juga butuh proses," kata Saras.
Lanjut Saras menyampaikan, persiapan tim yang panjang sejak September 2025 untuk tim dan Desember 2025 untuk pendanaan kini telah mencapai tahap final. Barang-barang keperluan program kerja pun sudah dikirim lebih awal melalui kargo. Rombongan 30 mahasiswa ini dijadwalkan berangkat pada 22 Juni 2026.
"Keberangkatan kami dari UGM itu tanggal 22 pagi ke Juanda naik bus. Kemudian dari Juanda ke Makassar naik pesawat, transit di Makassar selama 5 jam. Kemudian baru jam 3 subuh ke Biak," imbuh Saras.
Berbeda dengan KKN Biak tahun lalu yang berlokasi di mainland, kali ini tim Saras harus menempuh perjalanan laut tambahan selama 3 hingga 4 jam dari daratan utama.
Kendati demikian, ia optimistis dengan dukungan penuh dari Bupati Biak Numfor yang siap memfasilitasi kebutuhan operasional tim selama di lapangan.
Menutup perbincangan, Saras menitipkan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa yang bertugas di wilayah lain.
"Jaga diri, jaga teman-temannya. Jangan sampai sakit. Pulang dengan selamat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung