Jumat, 29 MEI 2026 • 17:10 WIB

Buntut Dugaan Pemalsuan Data Konferensi Internasional Seret Alumninya, UNY Selidiki Mismatch Data Alumni Matematika Menulis Jurnal Kedokteran

Author

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih mendalami dugaan pelanggaran etika akademik yang menyeret nama sejumlah alumni dalam konferensi internasional di Denmark yang mana viral di media sosial.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto, mengatakan pihak kampus belum dapat memastikan apakah nama-nama yang beredar di media sosial benar merupakan alumni UNY, meski terdapat kecocokan nama dalam database kampus.

"Kalau terkait dengan dua atau tiga nama yang terindikasi di media sosial itu diduga melakukan pelanggaran etika akademik dalam konferensi internasional, termasuk indikasinya pemalsuan data dan lain-lain, UNY saat ini mengambil sikap mendalami data sebaik mungkin dan sejelas mungkin," ujarnya saat ditemui di kampusnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menyebut, beberapa nama yang viral memang ditemukan dalam database alumni UNY. Namun, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat kampus belum bisa menyimpulkan.

"Dari nama-nama itu di database kami ada nama yang sama, hanya yang kami sedang dalami itu apakah nama-nama itu memang benar alumni kami," katanya.

Salah satu kejanggalan, kata dia, muncul pada sosok bernama Rifaldi. Dalam database UNY, Rifaldi tercatat sebagai lulusan S1 Matematika. Namun dalam informasi yang beredar di media sosial, nama tersebut dikaitkan dengan bidang kedokteran, bahkan disebut berasal dari Departemen Transplantasi Hati UNY.

"Di database kami itu lulusan S1 Matematika, tapi yang disampaikan di media sosial itu tertulis sebagai Departemen Transplantasi Hati UNY. Kami di UNY belum punya departemen itu. Kedokteran kami belum sampai ke departemen itu," ungkapnya.

Karena itu, UNY memilih berhati-hati agar tidak salah mengidentifikasi seseorang dan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Kami layak untuk mengkroscek ulang, apakah ini benar Rifaldi kami ataukah Rifaldi orang lain. Karena kami khawatir kalau kami nekat menyampaikan ini alumni kami ternyata bukan, nanti bisa menjadi pencemaran nama baik atau fitnah," jelasnya.

Nur masih menyatakan bahwa pihak kampus hingga kini juga belum bertemu langsung dengan pihak-pihak yang namanya disebut dalam dugaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima UNY, mereka masih berada di luar negeri untuk mengikuti konferensi internasional.

"Kalau tidak salah Senin atau Selasa itu masih konferensi di Copenhagen (Denmark) atau di mana, saya juga hanya mengikuti informasi dari teman-teman. Kemungkinan akhir minggu ini baru pulang," katanya.

Baca juga: Klarifikasi UNY Soal Dugaan Dua Alumninya Terseret Dugaan Pemalsuan Riset Fiktif

Menurutnya, pihak UNY juga mengaku telah mulai berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menelusuri persoalan tersebut lebih lanjut. Kampus membuka kemungkinan pembentukan tim kecil bersama kementerian dan Inspektorat Jenderal (Irjen).

"Kalau nantinya ditemukan bahwa itu sebuah pelanggaran dan memang seperti yang disangkakan alumni kami, pasti kami akan mengambil sikap dan koordinasi dengan kementerian, Irjen, dan pihak-pihak terkait karena kami tidak bisa melangkah sendiri," katanya.

Ia menegaskan, salah satu hal yang membuat pihak kampus ragu adalah ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan alumni dengan karya ilmiah yang dikaitkan kepada mereka.

"Rifaldi dan Prihantini itu bidangnya matematika, tapi karyanya kedokteran. Orang studi kedokteran itu tidak mungkin satu hari dua hari. Pasti dia harus bergelar M.D atau DR. Maka kami juga heran, namanya sama kok karyanya beda," tegasnya.

Menurut Nur, informasi yang saat ini beredar masih bersumber dari media sosial dan belum ada laporan resmi yang diterima kampus.

"Karena itu laporannya masih bersifat informal, dari media sosial, belum ada laporan resmi. Jadi klarifikasi kami juga masih belum resmi," ujarnya.

UNY, lanjut dia, juga masih melakukan pencocokan identitas karena beberapa nama yang muncul memiliki banyak kemiripan.

"Satu nama itu ketika kami search bisa muncul sampai 10 orang. Misalnya nama Prihantini, ada banyak. Maka kami cek dulu satu per satu," ucapnya.

Ia juga menyebut, kegaduhan yang muncul di media sosial membuat banyak alumni resah dan meminta kepastian dari pihak kampus.

"Yang jelas alumni kita resah, ini benar atau tidak. Maka kami sebisa mungkin mencari dan mendalami data yang sesahih mungkin supaya informasi yang kami sampaikan ke masyarakat benar-benar sahih," tuturnya.

Baca juga: Tragedi Glamping Temanggung: Satu Korban Tewas Merupakan Fotografer Keraton Jogja

Hingga saat ini, kata dia, UNY masih melakukan penyelidikan internal dan belum membentuk tim resmi lintas lembaga. Namun komunikasi awal dengan jejaring kampus dan pihak terkait sudah dilakukan.

"Belum ada tim resmi, kalau tim kami ya internal UNY. Kami menyelidiki dari data karya-karya yang disampaikan. Awalnya kami sempat agak yakin, tapi setelah muncul karyanya kok jadi ragu karena memang beda bidang," pungkas Nur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU