Rabu, 06 MEI 2026 • 18:00 WIB

Stok Hewan Kurban Idul Asha 2026 di Sleman Dipastikan Aman Meski Harga Naik, Larang Plastik Tapi Pakai Besek

Author

Peninjauan Pemkab ke Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa (5/5/2026). (Istimewa)

JOGJA - Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menjamin ketersediaan serta kesehatan hewan kurban di wilayahnya menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan usai Danang melakukan tinjauan langsung ke Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang pada Selasa (5/5/2026).

Dalam tinjauan tersebut, Danang yang didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman serta jajaran perwakilan Bank Indonesia DIY, mencatat adanya dinamika harga di pasar. Berdasarkan pantauan, harga hewan kurban saat ini mengalami kenaikan di kisaran Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per ekor.

Baca juga: Imbas Dugaan Keracunan Massal Acara Pamitan Haji di Mlati Sleman, Warga Minta Pihak Catering diberi Hukuman 10 Tahun

Surplus Kambing, Defisit Sapi dan Domba

Meski ada kenaikan harga, jumlah ternak yang tersedia tercatat meningkat sekitar 10 persen. Namun, jika merujuk pada data sementara, stok lokal di pasar belum sepenuhnya menutupi estimasi total kebutuhan warga Sleman.

Saat ini tersedia 3.854 ekor sapi (kebutuhan 9.235 ekor), 4.002 ekor kambing (kebutuhan 3.050 ekor), dan 7.811 ekor domba (kebutuhan 15.750 ekor).

"Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban, dan pembelian langsung dari luar daerah," ujar Danang.

Waspada PMK dan Antraks

Terkait aspek kesehatan, Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan telah menginstruksikan petugas Puskeswan untuk memperketat pemeriksaan fisik dan pemberian vaksin guna menangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks.

"Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada pendatangan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus," tegas Danang.

Kurangi Plastik, Besek Jadi Pilihan

Selain urusan ternak, Wabup Danang memberikan imbauan khusus kepada panitia kurban agar tidak menggunakan plastik sekali pakai untuk mendistribusikan daging. Sebagai gantinya, ia mengajak masyarakat menggunakan besek atau anyaman bambu.

Langkah ini dinilai strategis untuk menekan volume sampah di Sleman, sekaligus memberdayakan 197 pengrajin bambu lokal yang ada di kabupaten tersebut.

"Monggo kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman," tandasnya.

Baca juga: Kata Wabup Danang Soal Update Dugaan Keracunan Massal di Toragan Sleman

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menambahkan bahwa proteksi khusus dilakukan di wilayah perbatasan, terutama wilayah yang berbatasan dengan Gunungkidul. Vaksinasi Antraks digencarkan di Kalurahan Gayamharjo dan Sambirejo, Kapanewon Prambanan.

"Kalau untuk vaksinasi PMK kita ulang 6 bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan," ujar Rofiq.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU