Selasa, 28 APRIL 2026 • 18:55 WIB

Wali Kota Jogja Minta Warga Sabar Tak Main Hakim Sendiri Terkait Vandalisme Daycare Little Aresha

Author

Suasana kantor Daycare Little Aresha Jogja yang dipenuhi coretan makian, Selasa (28/4/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri menyusul aksi vandalisme yang menyasar tembok kantor daycare Little Alesha di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Hasto pun menegaskan agar seluruh pihak menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Ia menjamin bahwa kasus ini akan dikawal bersama hingga tuntas agar keadilan tetap tegak tanpa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

"Jangan main hakim sendiri, percayakan pada penegak hukum. Semua mengawal bareng, jangan khawatir tidak ada ekspektasi," ujarnya kepada wartawan, saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Tembok Gedung Daycare Little Aresha Jogja dicoret Kata Makian Oleh OTK, Tetangga :"Baru Tahu Tadi"

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri justru berpotensi memicu konflik atau masalah hukum baru yang lebih luas. Ia memastikan bahwa jajaran Satpol PP Kota Jogja akan bersiaga untuk memantau situasi di lapangan, terutama jika terjadi kerusakan fasilitas publik maupun privat.

"(Sekali lagi) Jangan main hakim sendiri supaya tidak ada masalah baru. Kita jaga bersama dengan Satpol PP Kota Jogja kalau terjadi kerusakan," tandas Hasto.

Diketahui saat ini, jajaran aparat seperti kepolisian dan Satpol PP mendatangi lokasi tersebut untuk menutup vandalisme tersebut dengan cat hitam.

Baca juga: Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Polisi : Satu Pengasuh Handle 10 Anak, diperintahkan Lakukan Tindakan Keji

Diberitakan sebelumnya, Kantor daycare Little Aresha yang berlokasi di kawasan Yogyakarta kedapatan menjadi sasaran aksi vandalisme oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa (28/4/2026).

Sejumlah coretan bernada makian dan kekecewaan memenuhi bagian depan gedung, termasuk ditembok pintu masuk utama. Salah satu tulisan yang mencolok menyasar pengelolaan tempat tersebut sebagai bentuk protes atas nasib anak-anak yang menjadi korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU