Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 28 APRIL 2026 • 18:30 WIB

Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Polisi : Satu Pengasuh Handle 10 Anak, diperintahkan Lakukan Tindakan Keji

Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Polisi : Satu Pengasuh Handle 10 Anak, diperintahkan Lakukan Tindakan KejiKasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Dugaan adanya motif ekonomi yang kuat di balik kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Kepolisian Ketimpangan antara jumlah pengasuh dan jumlah anak yang ditampung diduga menjadi pemicu tindakan tidak manusiawi yang dilakukan para tersangka.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan bahwa pihak pengelola terus menerima pendaftaran anak tanpa mempertimbangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Padahal, awalnya wali murid dijanjikan rasio pengasuh yang ideal.

"Karena dari keterangan juga dari wali murid, mereka dijanjikan satu miss (pengasuh) itu dua sampai tiga anak. Tapi kenapa masih menampung terus, berarti kan ini memang ada mencari keuntungan ya," ujar Riski Adrian di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Hadapi Krisis "Budget Constraint", Komisi A DPRD DIY Sodorkan 5 Langkah Penyelamatan APBD DIY Salah Satunya Tolak PHK Honorer

Adrian mengungkapkan, dalam satu shift kerja, hanya terdapat dua hingga empat pengasuh. Fakta di lapangan menunjukkan beban kerja yang sangat berat, dimana dua orang pengasuh harus menangani hingga 20 anak sekaligus. Kondisi inilah yang diduga memicu para pelaku melakukan kekerasan saat anak-anak mulai sulit dikendalikan atau rewel.

"Kalau dari keterangan dari para pelaku ya, karena mereka itu menghandle dua orang. Ada dua orang miss itu menghandle untuk sampai 20 orang. Mereka kesulitan untuk melakukan pekerjaan dari mandi, menggunakan baju, sampai ini. Sehingga diperintahkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak manusiawi tersebut," katanya.

Pengasuh digaji Rp 1,8 - 2 Juta

Terkait upah, Adrian membeberkan adanya perbedaan nominal tergantung pada paket layanan yang diambil konsumen. Gaji pengasuh berada di rentang Rp 1,8 juta hingga Rp 2,4 juta, sementara biaya layanan bervariasi sesuai durasi waktu.

"Gaji pengasuh itu dari 1,8 sampai 2,4 (juta). Yang saya sampaikan tadi itu tergantung paketnya. Ada yang full tujuh hari, ada yang cuma sampai Sabtu, ada yang cuma sampai Jumat. Ada yang dari jam tujuh sampai jam dua belas, ada yang dari jam tujuh sampai jam lima," bebernya.

Sementara mengenai foto struktur organisasi yayasan yang beredar luas di media sosial, kepolisian menyatakan bahwa nama-nama dalam foto tersebut tidak identik dengan 11 tersangka yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan adanya pergantian staf yang cukup sering di lembaga tersebut.

"Kalau kita lihat dari 11 orang tersangka yang kita tetapkan sebagai pengasuh itu, kayaknya di situ nggak ada ya. Karena itu kan foto awal-awal ya. Mungkin kan ada yang setahun keluar, nah itu kan nggak dipasang lagi," ujar Riski.

Baca juga: Polresta Jogja Benarkan Oknum Hakim Bengkulu Jadi Ketua Pembina Little Aresha, Terancam 8 Tahun Bui

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau keamanan para saksi, termasuk eks pengasuh yang memberikan keterangan. Meski belum ada laporan ancaman dari seorang pelapor, Polresta Yogyakarta telah membuka koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Sampai saat ini belum ada (ancaman) ya. Kalau ada pun kita sudah sampaikan untuk dilaporkan ke kita. Bahkan kita sampaikan ke LPSK untuk kita bantulah pengamanannya," pungkas Adrian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Motif Ekonomi di Balik Kekerasan Daycare Little Aresha, Polisi : Satu Pengasuh Handle 10 Anak, diperintahkan Lakukan Tindakan Keji

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!