Dimulai dari Mobil Semar Versi Awal, UGM Kini Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Mobilitas Kawasan Rumah Sakit
JOGJA - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan inovasi kendaraan listrik dengan meluncurkan eKarsa, kendaraan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di kawasan terbatas, khususnya lingkungan rumah sakit.
Kendaraan ini dikembangkan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM, untuk mendukung operasional di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Selo, menyampaikan bahwa eKarsa merupakan kelanjutan dari pengembangan kendaraan listrik yang telah dirintis sejak 2012.
"eKarsa merupakan kelanjutan kendaraan listrik yang dikembangkan oleh para peneliti di lingkungan Fakultas Teknik. Sejak tahun 2012, FT UGM secara konsisten mengembangkan kendaraan listrik untuk kawasan terbatas yang menarget pasar pariwisata, kebutuhan kendaraan industri, layanan agrikultur, dan kebutuhan lain selain jalan raya," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan kendaraan listrik di UGM dimulai dari Mobil Semar sebagai versi awal, kemudian berlanjut pada 2014 dengan menghadirkan GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) untuk kebutuhan layanan bandara dan pariwisata.
"Waktu itu kita daftarkan mereknya GATe," ujarnya.
Baca juga: Mulai Hari Ini, UGM Buka Pendaftaran UM CBT 2026, Ujian Digelar Juni di Jogja dan Jakarta
Berbeda dari inovasi sebelumnya, eKarsa memiliki keunggulan pada penggunaan battery pack lithium ferro phosphate dan sistem pengendali motor yang telah dikembangkan secara mandiri oleh tim UGM.
"Di masa mendatang, bila pasarnya sustain, seluruh lini komponen sangat mungkin difabrikasi secara lokal," ungkapnya.
Sehingga, melalui peluncuran ini, Selo menegaskan bahwa kemampuan peneliti Fakultas Teknik UGM dalam melakukan kustomisasi kendaraan listrik semakin terbukti.
"GATe dan eKarsa sangat mungkin dijual secara umum selama spesifikasinya sesuai untuk pengguna," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DTETI FT UGM, Hanung Adi Nugroho, menuturkan bahwa pengembangan eKarsa dilatarbelakangi oleh kebutuhan nyata mobilitas di lingkungan rumah sakit, khususnya di RSA UGM.
"Permintaan dari RSA cukup spesifik dan menantang, termasuk target waktu pengembangan yang hanya tiga bulan, dari Januari - Maret. Namun, berbekal pengalaman tim dari Dr. Eka Firmansyah dan kolaborasi dengan mitra industri, kendaraan ini berhasil diwujudkan sesuai kebutuhan," ujarnya.
Dalam proses pengembangannya, tim UGM bekerja sama dengan PT Inastek, perusahaan rintisan yang digerakkan oleh alumni Fakultas Teknik.
Secara teknis, Hanung menjelaskan eKarsa dirancang untuk mendukung operasional rumah sakit dengan berbagai fitur unggulan.
"Kendaraan ini mampu mengangkut hingga delapan penumpang, memiliki waktu pengisian daya relatif singkat sekitar tiga jam, serta dirancang tanpa sudut tajam demi keamanan pengguna," jelasnya.
Baca juga: Kompak! Pasutri Dosen FMIPA UGM Dikukuhkan Bersama Sebagai Guru Besar
Ia menyebut, penggunaan komponen standar juga menjadi nilai lebih karena memudahkan perawatan kendaraan.
Lebih lanjut, Hanung menyebut peluncuran eKarsa merupakan bagian dari upaya hilirisasi teknologi di lingkungan kampus, meski masih membutuhkan dukungan untuk menuju produksi massal.
"Semua aspek didesain agar ramah pengguna, ergonomis, dan mudah dirawat. Kami ingin memastikan bahwa kendaraan ini benar-benar siap digunakan, bukan sekadar prototipe yang berhenti di konsep," pungkas Hanung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA