JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka pendaftaran jalur International Undergraduate Program (IUP) gelombang II. Pendaftaran program kelas internasional ini dijadwalkan berakhir pada 28 April mendatang. Pada tahun ini, UGM menyediakan kuota sebanyak 1.221 calon mahasiswa melalui jalur IUP yang tersebar di 31 program studi. Program ini dirancang dengan standar internasional, mulai dari penggunaan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran hingga peluang pertukaran pelajar dan kolaborasi riset global.
Ketua Program Studi Geografi Lingkungan UGM, Andung Bayu Sekaranom, menjelaskan bahwa IUP di fakultasnya memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kelas reguler, salah satunya program double degree.
"Program ini menawarkan pengalaman belajar sekaligus magang di Taiwan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga terdapat negara lain yang juga kami fasilitasi untuk melakukan kegiatan international exposure," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebut, program tersebut telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN dan didukung pengajar dari berbagai universitas mitra luar negeri.
"Kita harapkan lulusan dapat memiliki karir di kancah internasional," katanya.
Baca juga: Kritik Pengalihan 58 Persen Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Pakar UGM Sebut Itu Hak Desa
Sementara itu, Ketua Program Studi Fisika UGM, Ahmad Kusumaatmaja, menyebut IUP Fisika memiliki program unggulan bernama Special Intense Program yang membuka peluang kerja di Taiwan.
"Program ini memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang ingin bekerja di Taiwan. Dengan skema belajar tiga tahun di UGM, satu tahun di universitas Taiwan, satu tahun magang di industri, dan dua tahun ikatan kerja," jelasnya.
Ia menambahkan, lulusan program tersebut berpeluang langsung berkarier di industri mitra.
"Nanti akan mendapatkan jaminan karir di industri Taiwan," katanya.
Selain Taiwan, kerja sama juga dilakukan dengan industri di Jerman dan Jepang. Untuk mendukung kesiapan mahasiswa, fakultas juga menyediakan fasilitas pusat bahasa.
"Mahasiswa wajib melakukan exposure ke luar negeri. Untuk menunjang itu, kami memiliki Foreign Language Center," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Biologi UGM, Luthfi Nurhidayat, mengatakan bahwa program IUP Biologi juga mengedepankan jejaring internasional melalui skema double degree.
"Mahasiswa bisa menempuh pendidikan di Australia hingga Eropa. Sudah banyak mahasiswa Biologi UGM yang berkuliah di sana, bahkan sudah lulus dari kampus-kampus internasional tersebut," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, salah satu mitra memberikan kesempatan magang sekaligus bekerja di industri. Selain itu, program IUP Biologi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti student exchange, summer course, hingga konferensi dan publikasi internasional.
"Dari Dayeh University turut memberi fasilitas program magang selama satu tahun sekaligus memberi kesempatan bekerja di industri selama dua tahun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA