Selasa, 31 MARET 2026 • 12:33 WIB

Fakta Sosok Praka Farizal : Sering Video Call Meski Lagi Darurat, Seharusnya Mei Sudah Pulang

Author

Sosok Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI muda berusia 28 tahun asal Dukuh Ledok, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Istimewa)

JOGJA - Duka mendalam menyelimuti keluarga Praka Farizal Rhomadhon TNI muda asal Kabupaten Kulon Progo, DIY, yang gugur saat menjalankan tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Sang ibu, Supinah, mengungkapkan bahwa putranya masih rutin berkomunikasi dengan keluarga, bahkan di tengah situasi darurat di wilayah penugasan.

Supinah mengatakan, terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya terjadi pada malam hari sebelum kabar duka diterima. Saat itu, mereka melakukan panggilan video seperti biasanya.

"Tadi malam itu video call. Saya tanyakan cucu terus pulangnya kapan, katanya nunggu tiket. Tiketnya kemarin belum dapat," ujar Supinah, dikediamannya di wilayah Ledok, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Selasa (31/3/2026).

Ia juga menyebut bahwa sang anak sebenarnya sudah dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

"Akhir April ini selesai (penugasan), terus Mei pulang. Sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimin jadwalnya," katanya.

Selama bertugas di Lebanon, komunikasi tetap terjalin intens. Bahkan, Farizal hampir setiap hari menyempatkan diri untuk menghubungi keluarga.

"Iya setiap hari video call. Kalau malamnya sini, sana siang. Setiap hari video call sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu istri di Aceh," ungkapnya.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi di lokasi penugasan disebut semakin tidak menentu. Farizal kerap harus berlindung saat situasi memanas.

"Akhir-akhir ini agak darurat. Setiap saat masuk ke bunker berapa jam, terus kalau aman keluar. Kalau ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," tuturnya.

Baca juga: Warga Kulon Progo Kenang Sosok Praka Farizal Rhomadhon Tewas diserang Israel Saat di Lebanon: "Almarhum Aktif di Karang Taruna"

Di mata keluarga, Farizal dikenal sebagai sosok yang baik dan terbuka. Meski bertugas jauh, ia selalu memberi kabar kepada orang tua.

"Ya dia itu baik. Apa-apa itu bilang walaupun tengah di Papua, semua bilang ke saya, ke ayahnya, setiap saat itu WA," ucap Supinah.

Terkait rencana pemakaman almarhum, keluarga memutuskan untuk memakamkan Farizal di kampung halaman agar dekat dengan keluarga besar.

"Lebih dekat, biar sama kakeknya, keluarga," ucap Supinah.

Lanjut Supinah mengenang perjalanan hidup anaknya. Sejak SMA, Farizal sudah bercita-cita menjadi prajurit TNI karena terinspirasi dari omnya, meski sempat disarankan untuk melanjutkan kuliah.

"Kalau berprestasi ya tidak, ya biasa saja sekolahnya. Tapi dari SMA itu senangnya, cita-citanya itu. Saya suruh kuliah tidak mau, katanya jadi TNI kayak ommya, adik bapaknya di cirebon," kenangnya.

Baca juga: Jenazah Praka Fahrizal Dipulangkan 1 April, Pemkab Kulon Progo Janji Tanggung Jawab Pulangkan

Farizal diketahui mendaftar sebagai prajurit TNI pada 2016 di Yogyakarta, terinspirasi dari pamannya yang juga bertugas sebagai tentara.

"Nggih (daftar di Jogja), tahun 2016 lulus itukan daftar itu," pungkas Supinah.

Diberitakan sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan Israel yang mengarah ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, tepatnya di wilayah dekat Adchit Al Qusayr.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU