Senin, 30 MARET 2026 • 19:10 WIB

Berusia 44 Tahun, Kosudgama UGM Raup Aset Rp 312 Miliar

Author

Koperasi Serba Usaha Dosen Universitas Gadjah Mada (Kosudgama) Daya Gemilang menutup tahun buku 2025 dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan ke-44 di Grha Sabha Pramana UGM. (Istimewa)

JOGJA - Koperasi Serba Usaha Dosen Universitas Gadjah Mada (Kosudgama) Daya Gemilang menutup tahun buku 2025 dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan ke-44 di Grha Sabha Pramana UGM, belum lama ini. Acara dihadiri sekitar 1.110 anggota serta mitra, menandai tonggak penting dalam sejarah koperasi yang kini berusia 44 tahun.

Metua Pengurus Kosudgama, Noorhadi Rahardjo, menyampaikan capaian koperasi selama setahun terakhir.

"Kami juga mulai merintis usaha lain, ke depan ada tawaran membeli rumah sakit walaupun baru tahap negosiasi," ujarnya.

Di samping itu, koperasi terus mengembangkan unit usaha, membangun gedung Plaza Kosudgama, serta mendirikan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG.

Sekretaris Universitas UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kosudgama yang kini memiliki sekitar 8.855 anggota, dengan sekitar 1.700 berasal dari UGM. Ia menekankan bahwa meskipun jumlah anggota sivitas akademika tidak lagi mayoritas, kontribusi koperasi terhadap komunitas universitas tetap besar.

"Selamat dan mudah-mudahan melalui rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik untuk pengembangan kesejahteraan ke depan," ucapnya.

Baca juga: Akademisi UGM Kritisi Lemahnya Verifikasi Pinjaman pada Program 80 Ribu Kopdes Merah Putih

Ia juga menyoroti perlunya adaptasi terhadap tantangan ekonomi dan usaha saat ini, sambil tetap menekankan prinsip koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI, Destry Anna Sari, menyampaikan pesan Menteri Koperasi RI. Ia menyebut Kosudgama memiliki posisi strategis sebagai koperasi yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi, tidak hanya sebagai entitas ekonomi tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan inovasi.

"Kami menyambut baik karena ada 80 ribu koperasi desa kelurahan Merah Putih yang perlu mendapatkan contoh mengelola koperasi sesuai kebutuhan anggotanya dengan baik," ujarnya.

Destry juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif anggota dan inovasi unit usaha, termasuk potensi pengembangan layanan asuransi dan pendirian pusat pelatihan koperasi yang dapat menjadi "agent of change" bagi anggota.

Baca juga: Konflik AS-Israel ke Iran Picu Pasokan Pupuk Kimia Terancam, Pakar UGM Desak Pemerintah Optimalkan Pupuk Organik Melalui BUMDES

Dalam laporan keuangan, Kosudgama mencatatkan kenaikan omzet sebesar 13,5 persen, dari Rp 17,5 miliar pada 2024 menjadi Rp 19,9 miliar pada 2025. Dr. Moh. Mahsun, auditor internal, menyebutkan aset koperasi juga meningkat dari Rp293 miliar menjadi Rp312 miliar, sebagian besar berasal dari pembiayaan anggota.

Strategi pengelolaan aset yang lebih produktif, termasuk pergeseran dari deposito ke piutang anggota, turut mendongkrak kinerja koperasi.

"Setelah memeriksa, mengklarifikasi, melakukan validasi, kami mengatakan bahwa laporan keuangan Kosudgama tahun buku 2025 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU