Kamis, 19 MARET 2026 • 18:00 WIB

Takbir Keliling di Kota Jogja Dibatasi, Polisi Siapkan 769 Personel dan 15 Titik Penyekatan

Author

Kabagops Polresta Yogyakarta, Sumanto (kiri). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pengamanan rangkaian malam takbiran hingga Hari Raya Idulfitri 2026 di Yogyakarta diperketat. Polresta Yogyakarta menurunkan ratusan personel serta menerapkan penyekatan di sejumlah titik perbatasan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kabagops Polresta Yogyakarta, Sumanto, mengatakan total 769 personel disiagakan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idulfitri. Ia menyebut pengamanan sebenarnya telah berlangsung sejak awal Ramadhan melalui patroli rutin di berbagai waktu.

"Dari sore kita patroli takjil, lalu menjelang buka, setelah isya, hingga patroli malam. Jam 02.00 pagi sampai 06.00 juga kita patroli lagi. Alhamdulillah Kota Jogja secara umum aman kondusif," ujar Sumanto, dalam jumpa pers, pada Kamis (19/3/2026).

Memasuki malam takbiran, aparat akan memperketat pengawasan dengan menutup akses rombongan takbir keliling dari luar daerah. Sebanyak 15 titik penyekatan disiapkan di jalur perbatasan, termasuk dari arah Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.

"Untuk malam takbiran tanggal 19, kita ada 15 penyekatan di titik-titik luar kota seperti dari Sleman, Bantul, dan Kulon Progo," katanya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya rombongan takbir keliling ke kawasan padat, seperti Malioboro dan pusat kota yang kerap menjadi titik keramaian.

"Apabila ada rombongan takbir keliling dari luar kota tanpa pemberitahuan, akan kita pulangkan secara humanis ke wilayahnya masing-masing," tegas Sumanto.

Ia menambahkan, tindakan tegas akan diambil apabila rombongan tetap memaksa masuk ke wilayah kota.

Selain pengamanan di perbatasan, polisi juga mengawasi enam titik kegiatan takbir yang telah terdaftar resmi, di antaranya kawasan Masjid Gedhe Kauman, Notoprajan, dan Ngabean.

Baca juga: Dosen UGM Berikan Tips Menjaga Kesehatan dan Kebugaran di Tengah Perjalanan Mudik, Salah Satunya Larang Makan Minum Berlebih

Untuk mengantisipasi kepadatan, lanjut Sumanto, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan utama. Jika terjadi penumpukan kendaraan, petugas akan melakukan pengalihan arus.

"Kalau terjadi kepadatan, kita akan lakukan pengalihan arus lalu lintas," ujar Sumanto.

Pengamanan juga berlanjut saat pelaksanaan salat Idulfitri yang digelar di 122 titik di seluruh kota.

"Kami pastikan seluruh titik salat Ied ada pengamanan," tuturnya.

Tak hanya itu, perhatian khusus diberikan pada tradisi Grebeg Syawal yang menjadi agenda budaya tahunan. Sebanyak 443 personel disiapkan untuk mengawal kegiatan tersebut.

"Untuk Grebeg Syawal kita siapkan 443 personel," tandas Sumanto.

Baca juga: Tinjau Pos PAM Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Masuk Kawasan Ini

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Alvian Hidayat, mengatakan rekayasa lalu lintas juga difokuskan di kawasan Titik Nol Kilometer hingga sumbu filosofi kota.

"Untuk Nol KM kita lakukan rekayasa di sumbu filosofi dan simpang Gondomanan hingga ke arah Wirobrajan," ujar Alvian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU