Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 MARET 2026 • 11:00 WIB

Tinjau Pos PAM Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Masuk Kawasan Ini

Tinjau Pos PAM Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Masuk Kawasan IniPeninjauan Pemkot Jogja di seluruh pos pengamanan (pos pam) Idul Fitri 1447 Hijriah. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan seluruh pos pengamanan (pos pam) Idul Fitri 1447 Hijriah dalam kondisi siap dan responsif untuk melayani masyarakat maupun wisatawan selama libur Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, usai melakukan peninjauan bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (18/3/2026).

Peninjauan itu dilakukan di lima titik, yakni Pos Pam Tugu, Pos Pam Teteg, Pos Pam Stasiun Tugu Yogyakarta, Pos Pam Titik Nol Kilometer, dan Pos Pam Gembira Loka.

Hasto mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kesiapan baik dari sisi personel, sarana prasarana, maupun sistem pelayanan.

"Seluruh pos dan personel dalam kondisi yang baik. Ini artinya kita siap menghadapi aktivitas masyarakat selama Idulfitri," ujarnya.

Baca juga: Kapolri Apresiasi Daop 6 Jogja Persiapan Layanan Selama Lebaran 2026 :"Ada Peningkatan Volume 9 Persen"

Menurutnya, pos pengamanan tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan dan bantuan darurat. Ia memastikan petugas dapat merespons cepat berbagai potensi kejadian di lapangan.

"Misalnya ada wisatawan hilang atau kehilangan barang, kami pastikan sebelum 30 menit sudah bisa ditangani," tegasnya.

Selain itu, Pemkot juga memberi perhatian khusus pada ketertiban kawasan wisata, terutama di Malioboro dan sekitarnya. Hasto juga menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap praktik parkir liar serta pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar. Serta, mengingatkan kepada pelaku usaha, mulai dari hotel, homestay, hingga restoran, agar memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

"Khusus untuk para penyelenggara jasa usaha untuk penginapan, hotel, restoran di Kota Yogyakarta, saya berharap bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ingat bahwa tamu kita adalah sebagai raja, dan ingat juga bahwa yang memaknai kehidupan kita. Jogja adalah tamu-tamu kita," ucap Hasto.

Ia menyebut, pelayanan yang baik menjadi bentuk rasa syukur di tengah tingginya tingkat hunian penginapan menjelang Lebaran.

"Saya tidak ingin mendengar lagi ada nuthuk, bahasa nuthuk, restoran nuthuk dan lain lain. Jadi berikan yang terbaik pelayanannya ke tamu-tamu kita,” tegas Hasto.

Baca juga: Kapolri Apresiasi Layanan Arus Mudik di Jogja, Termasuk Soroti Layanan "Siparjo"

Lanjut Hasto mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi sistem parkir baru di kawasan pusat kota, termasuk pembatasan bus besar di sekitar Titik Nol Kilometer dan Tugu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tinjau Pos PAM Lebaran 2026, Pemkot Jogja Larang Bus Masuk Kawasan Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!