Selasa, 17 MARET 2026 • 10:25 WIB

Pesan Komisi A DPRD DIY Jelang Lebaran 2026 : Pelaku Wisata Tidak Nuthuk Harga, Wisatawan Waspada Campak

Author

Jumpa pers Komisi A DPRD DIY, Senin (16/3/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan sejumlah pesan penting menjelang perayaan Lebaran 2026. Pesan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat agar momentum Idulfitri berjalan aman, tertib, serta memperkuat solidaritas sosial.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan ada lima hal utama yang perlu menjadi perhatian selama periode Lebaran tahun ini. Pertama, ia meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri untuk bergotong royong menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Yogyakarta.

"Ada lima pesan yang kita akan menyampaikan terkait dengan Lebaran tahun 2026. Pesan yang pertama adalah pada Pemda dan juga TNI-Polri untuk bergotong royong memastikan situasi dan kondisi di Jogja tertib dan aman. Jadi konsentrasi kita pada aspek ketertiban umum dan juga keamanan," ujar Eko, dikantornya kepada wartawan, pada Senin (16/3/2026).

Pesan kedua, lanjutnya, adalah menjaga dan mengembangkan sikap toleransi di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi masyarakat DIY yang mampu menjaga keharmonisan selama Ramadan meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.

"Yang kedua kita juga mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan toleransi. Kami terima kasih pada masyarakat DIY dalam Ramadhan tahun ini itu luar biasa. Sekalipun di tengah-tengah perbedaan memulai hari raya sehingga kita mampu menunjukkan bagaimana melewati, menjalani Ramadhan ini dengan kebesaran hati," ucapnya.

Ia kembali menyoroti suasana Ramadan yang berlangsung kondusif tanpa adanya aksi sweeping, serta adanya saling menghormati antara masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan yang tidak.

"Termasuk perbedaan juga memastikan tidak ada sweeping selama Ramadhan ini. Pada saat yang sama yang tidak puasa pun juga menghormati yang puasa hari ini. Ini satu harmoni kehidupan yang sangat baik," tutur Eko.

Pesan ketiga ditujukan kepada pemerintah kabupaten dan kota se-DIY agar melakukan monitoring hingga tingkat desa dan kelurahan, terutama dalam menjaga keamanan dan toleransi selama masa Lebaran.

"Yang ketiga kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-DIY karena luasan wilayah kita ini juga tidak seluas Jawa Tengah atau Jawa Timur atau Jawa Barat. Maka harapan kita pemda ini bisa melakukan monitoring pada tingkat desa dan kelurahan," jelasnya.

Selain itu, kepada Pemda dan jajarannya juga diminta memperhatikan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik.

"Ini untuk memastikan keamanan, memastikan toleransi termasuk yang keempat yang bisa saya sebutkan terkait dengan bagaimana rekayasa lalu lintas. Harapan kita monitoringnya sampai ke tingkat desa," katanya.

Pesan kelima adalah memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak baik.

"Kemudian yang kelima kita mendorong untuk bersama-sama membangun solidaritas sosial. Hari ini kita paham situasi ekonomi sedang tidak bagus. Sudah tidak bagus lapangan kerja juga susah untuk dicari dalam situasi seperti sekarang," imbuh Eko.

Menurutnya, solidaritas sosial masyarakat diharapkan dapat menjadi penopang bagi masyarakat selain program perlindungan sosial dari pemerintah.

"Maka solidaritas sosial yang saya harapkan bisa menjadi penopang selain perlindungan sosial yang dilakukan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Sehingga, Eko berharap momentum Idulfitri dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus mendorong perekonomian rakyat.

Ia mencontohkan, semangat gotong royong yang terlihat selama Ramadan seperti pembagian takjil dan zakat fitrah di masjid diharapkan terus berlanjut.

"Saya harapkan lima pesan ini yang kemudian kita dorong, kami harapkan memang di lebaran tahun ini solidaritas sosial itu kemudian bisa memperkokoh kerukunan antar umat dan memperkokoh gerakan ekonomi rakyat yang ada di DIY," katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menambah beban masyarakat melalui kebijakan pajak serta memastikan tidak ada pelanggaran selama masa Lebaran.

"Tapi pada saat yang sama juga kepada pemerintah untuk tidak terlalu memberikan beban pajak kepada masyarakat. Sekali lagi kepada Pemda ini untuk secara serius mencegah berbagai potensi pelanggaran-pelanggarannya di tengah-tengah proses lebaran dan perkhidmatan ini," tegasnya.

Sebagai penutup, Eko juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan saat berkendara.

"Kemudian berbagai hal yang penting, kemana-mana tetap pakai helm, pakai sepeda motor," tandasnya.

Senada dengan Eko, Sekretaris Komisi A DPRD DIY, Syarief Guska Laksana, mengatakan suasana Ramadan di Yogyakarta tahun ini berjalan lancar dengan nuansa toleransi yang kuat.

"Ramadhan kali ini berjalan lancar dengan tertib dengan nuansa khas Jogja yang tentunya sangat toleransi tinggi dan budaya juga pendidikan dan tentunya nuansa khas dari kuliner-kulinernya juga sangat beragam," ujarnya.

Waspada Campak : Lindungi Ibu Hamil dan Anak - Anak

Anggota Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, menambahkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu tujuan utama para pemudik. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan.

"Jogja ini sebagai rumah untuk mudik, rumah untuk pulang dari berbagai macam daerah, berbagai macam kota seluruh Indonesia," ujarnya.

Ia menyebut Pemda telah menyiapkan berbagai pos pelayanan bagi pemudik, mulai dari pos kesehatan hingga pos perhubungan.

"Sudah dipersiapkan pos-pos baik itu pos kesehatan, pos di daerah wisata. Pos kesehatan akan mengecek untuk cek kesehatan baik kolesterol, gula dan sebagainya untuk dukungan agar para pemudik ini tetap bisa menjaga stamina," jelasnya.

Menurutnya, lonjakan wisatawan juga diperkirakan terjadi setelah Lebaran dengan jumlah kunjungan yang cukup besar ke berbagai destinasi wisata di DIY.

"Tentu yang menjadi rutinitas adalah liburan nanti kurang lebih pada sekitar 1,7 juta yang akan datang ke destinasi wisata di DIY terutama di Gunungkidul," ungkap Hifni.

Baca juga: Komisi A DPRD DIY Minta Perantau Lapor Aparat Saat Mudik

Ia juga mengingatkan wisatawan untuk berhati-hati saat berwisata, khususnya di kawasan pantai selatan Yogyakarta.

"Di wilayah selatan Yogyakarta ini garis pantainya cukup panjang dan di Laut selatan ini juga cukup dalam ya palungnya. Sehingga ini perlu waspada," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit, terutama bagi kelompok rentan.

"Berkaitan dengan kesehatan tadi bahwa ini juga yang kemarin sempat muncul berkaitan dengan virus-virus ya ada campak dan lain-lain, sehingga kami berpesan untuk menjaga kesehatan terutama untuk balita, anak kecil, bayi, ibu-ibu hamil," terangnya.

Sementara itu, anggota lainnya Komisi A DPRD DIY, Akhid Nuryati, mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah daerah dan relawan dalam menghadapi potensi bencana selama arus mudik dan arus balik.

"Kami ucapkan terima kasih kepada baik BPBD, Satpol PP dan semuanya yang telah menyiapkan perangkatnya untuk mengantisipasi lebaran ini baik dari sisi logistik, peralatan maupun kesiapsiagaan," katanya.

Ia juga meminta media untuk turut membantu menyampaikan informasi yang akurat kepada para pemudik.

"Saya menambahkan saja untuk mari temen-temen pers saya mengharap untuk menshare, menginformasikan, mengupdate situasi dan kondisi di wilayah daerah istimewa Yogyakarta ini secara baik kepada terutama para pemudik-pemudik," tegasnya.

Menurutnya, pelayanan yang baik kepada pemudik akan memperkuat citra Yogyakarta sebagai daerah yang istimewa.

"Saya meyakini kalau kita melakukan pelayanan yang baik, jadi kesan akan Jogja istimewa itu betul-betul mengena bagi setiap pemudik dan akan selalu mendatangkan rasa ingin selalu pulang dan ingin selalu datang ke Yogyakarta," katanya.

Disamping itu, ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah kota yang mewajibkan pelaku UMKM mencantumkan harga untuk menghindari lonjakan harga selama masa Lebaran.

"Saya mengapresiasi karena kalau kemudian ini dicantumkan ini menghindari lonjakan harga yang kemudian menjadikan para wisatawan dan juga para pemudik merasa tidak nyaman," ucap Akhid.

Baca juga: Pesan Sultan HB X dan DPRD DIY Dalam Hari Jadi DIY Ke-271

Kendati demikian, ia berharap informasi terkait kondisi cuaca, pariwisata, serta situasi wilayah dapat terus diperbarui agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

"Sekali lagi mohon untuk selalu mengupdating dan meng-send beberapa informasi terutama informasi di wilayah pariwisata di seluruh daerah istimewa Yogyakarta baik cuaca, kondisi dan juga informasi-informasi lain yang bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak," pungkas Akhid.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU