Senin, 16 MARET 2026 • 11:40 WIB

Pengguna Tol Purwomartani - Prambanan diprediksi Meningkat Hingga 8 Persen, Petugas Lakukan Rekayasa Lalin Termasuk 9 dari 12 U-Turn ditutup

Author

Pengguna Tol Purwomartani - Prambanan. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) bersama Jasa Marga melakukan rekayasa lalu lintas di jalan arteri Tol Jogja - Solo segmen Purwomartani - Prambanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at,  menjelaskan bahwa di jalan arteri Tol Jogja - Solo sepanjang sekitar 8 kilometer terdapat 12 U-turn atau putar balik.

Menurutnya dari jumlah tersebut, sebanyak 9 U-turn akan ditutup sementara untuk mengatur kelancaran arus kendaraan.

"U-turn dari 12, jadi cuma ada 3 U-turn yang digunakan, yaitu di AU, kemudian di Telkom, dan di Sendang Ayu. Jadi ada 3 U-turn yang kita gunakan selama pelaksanaan operasi ketupat ini. Tapi hal itu juga situasional, melihat kondisi arus apabila landai tetap kita buka," ujar Arie kepada wartawan dilokasi, Senin (16/3/2026).

Pihaknya juga menyiapkan pengalihan arus untuk mengantisipasi antrean yang mengular hingga arteri.

"Apabila antrian dari gate sudah mencapai arteri, maka arus akan kita alihkan ke Prambanan. Kalau sudah terurai, sudah landai, akan kita buka kembali," katanya.

Arie menambahkan, pos pantau disiapkan untuk memantau panjang antrean dari gerbang tol hingga arteri. Menurutnya, pos pantau ini akan ditempatkan di ujung arteri.

"Pos pantau untuk memantau panjangnya antrian gate tol sampai dengan arteri. Makanya pos pantau-nya ada di ujung arteri," jelasnya.

Baca juga: Tol Purwomartani - Prambanan Siap Difungsionalkan 16 - 29 Maret 2026, Pemudik Diimbau Siapkan E-Money Meski diruas Ini Gratis

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Jogja-Solo, Rudi Ardiansyah, memprediksi puncak arus lalu lintas di Gerbang Tol Purwomartani akan terjadi pada tanggal 18 Maret untuk arus mudik dan 24 Maret untuk arus balik.

"Dari Jumat kemarin kami pantau memang trafik yang melalui segmen Jogja-Solo ini masih di bawah normal sebetulnya. Meskipun ada peningkatan sedikit-sedikit dan kami prediksikan puncaknya nanti di tanggal 18 Maret. Kemudian nanti harus balik kami prediksi di tanggal 24 Maret," ujar Rudi.

Rudi memperkirakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik mencapai sekitar 17 ribu kendaraan, sedangkan arus balik sedikit lebih tinggi, diprediksi sekitar 24 ribu kendaraan.

"Prediksi kami nanti di puncak, di tanggal 18 sekitar 17 ribu kendaraan, itu yang puncak tertingginya, kemudian nanti baliknya yang mungkin agak lebih tinggi di sekitar 24 ribu kendaraan," bebernya.

Mengenai tren waktu perjalanan pemudik, Rudi menuturkan biasanya terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah sahur pagi.

"Kalau dari tren yang ada biasanya pemudik itu setelah sore menjelang berbuka atau setelah sahur pagi. Tapi kalau biasanya pemudik dari arah barat atau timur sampai sini di sore. Jadi biasanya memang sore agak tinggi," katanya.

Baca juga: Tol Jogja - Solo Segmen Purwomartani - Prambanan Resmi Dibuka Fungsional Mulai Hari Ini, Perjalanan Dipangkas Hingga 30 Menit

Gerbang Tol Purwomartani - Prambanan. (Olivia Rianjani)

Untuk keseluruhan peningkatan pengguna jalan tol tahun ini, Rudi memperkirakan ada kenaikan sekitar 3 - 8 persen yakni sekitar 17 ribu kendaraan dibanding tahun sebelumnya.

"Kami prediksikan akan ada peningkatan, memang dengan kondisi yang ada saat ini ya kita tidak terlalu tinggi menargetkan peningkatannya, paling di sekitar 3-8 persen. Dari 17 ribu itu sudah kami perhitungkan ada peningkatan," pungkas Rudi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU