Senin, 16 MARET 2026 • 08:30 WIB

Tol Jogja - Solo Segmen Purwomartani - Prambanan Resmi Dibuka Fungsional Mulai Hari Ini, Perjalanan Dipangkas Hingga 30 Menit

Author

Para pengguna jalan mulai berdatangan di Jalan Tol Jogja - Solo segmen Purwomartani - Prambanan yang telah resmi dibuka secara fungsional mulai hari ini Senin (16/3/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Jalan Tol Jogja - Solo segmen Purwomartani - Prambanan resmi dibuka secara fungsional mulai hari ini Senin (16/3/2026). Pembukaan ditandai dengan flag off yang dilakukan pengelola tol bersama pihak kepolisian dan instansi terkait.

Direktur Utama Jasa Marga Jogja Solo, Rudi Ardiansyah, mengatakan jalur fungsional tersebut dibuka terbatas hanya untuk kendaraan kecil atau golongan I non-bus.

"Pagi ini kita melaksanakan pembukaan fungsional jalan Tol Jogja Solo segmen Purwomartani Prambanan. Jadi jalan fungsional ini kita buka satu arah dimulai jam 6 sampai jam 6 sore khusus golongan satu non-bus. Jadi memang hanya untuk kendaraan kecil dengan pertimbangan kondisi jalan yang masih belum selesai sempurna 100 persen," ujarnya kepada wartawan dilokasi.

Ia menjelaskan pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Jadi memang ada hal-hal yang harus dibatasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan," kata Rudi.

Pada pengoperasian fungsional ini, lanjut Rudi, pengelola menyiapkan tiga gardu tol serta enam mobile reader untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.

"Fungsional ini kami buka 3 gardu, tapi kami sediakan juga 6 MR/mobile reader, untuk membantu apabila terjadi kepadatan yang cukup tinggi," jelasnya.

Meski belum dikenakan tarif, ia meminta pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping kartu tol.

"Untuk fungsional ini memang belum bertarif, tapi pengguna jalan tetap harus melakukan tapping karena ini menyangkut sistem transaksi tertutup kita untuk memastikan dengan kluster tiga ya, jadi trans Jawa juga di segmen-segmen lain yang memang sudah bertarif," ungkapnya.

Diketahui, panjang ruas tol yang dibuka secara fungsional tersebut sekitar 12 kilometer dari Purwomartani hingga Prambanan. Kecepatan kendaraan juga dibatasi maksimal 40 km per jam.

"Dari sini ke Solo, jadi kalau kita lihat panjang jalan kita yang kita fungsionalkan ini kurang lebih 12 km dari Purwomartani sampai Prambanan. Kebetulan untuk jalan yang fungsional ini kita akan batasi kecepatan maksimalnya di 40 km per jam," kata Rudi.

Dengan jarak tersebut, menurutnya waktu tempuh dari Purwomartani ke Prambanan diperkirakan hanya sekitar 10 menit.

"Sehingga mungkin waktu tempuhnya di sekitar 10 menit dari Purwomartani ini sampai Prambanan. Jadi ada penghematan apabila dibandingkan dengan di luar, bisa sampai 30 menit sampai 40 menit," ujar Rudi.

Terkait kemungkinan jam operasional diperpanjang hingga malam hari seperti tahun sebelumnya, ia menyebut hal tersebut bersifat situasional.

"Situasional, jadi kami selalu berkoordinasi dengan kepolisian maupun perhubungan untuk kondisi-kondisi yang ada di lapangan. Jadi kalau ada perkembangan itu diskresi kepolisian untuk menentukan arah kebijakan manajemen hal ini akan seperti apa," tandas Rudi.

Baca juga: Dibuka 12 Jam Per hari, Tol Fungsional Purwomartani Siap Layani Prediksi 8,2 Juta Orang Masuk DIY Selama Lebaran 2026

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arie Prasetya Syafa'at, mengatakan pihaknya juga melakukan rekayasa lalu lintas di jalur arteri untuk mendukung operasional tol fungsional tersebut.

"Untuk jalan arteri, kami melakukan khusus untuk Jalan Solo kurang lebih sepanjang 8 km terdapat 12 U-turn atau putar balik, itu nanti akan kita lakukan rekayasa kita akan tutup 9 U-turn dari 12, jadi cuma ada 3 U-turn yang digunakan, yaitu di AU, kemudian di Telkom, dan di Sendang Ayu," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pengaturan tersebut berlaku selama pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik.

"Jadi ada 3 U-turn yang kita gunakan selama pelaksanaan operasi ketupat ini. Tapi hal itu juga situasional, melihat kondisi arus apabila landai tetap kita buka," jelas Arie.

Ia menambahkan, dari kepolisian juga menyiapkan skema pengalihan arus jika antrean kendaraan di gerbang tol Purwomartani sudah mencapai jalan arteri.

"Untuk gerbang tol Purwomartani, jarak antara gate dengan arteri 350 meter. Apabila antrian dari gate sudah mencapai arteri, maka arus akan kita alihkan ke Prambanan," imbuh Arie.

Kemudian, lanjut Arie, arus kendaraan akan kembali diarahkan ke gerbang tol jika kondisi lalu lintas sudah kembali normal.

"Iya. Kalau sudah terurai, sudah landai, akan kita buka kembali," katanya.

Baca juga: Relokasi Batal, SD Negeri Nglarang Sleman Tetap Dibangun di Lahan Lama Berdampingan dengan Tol Jogja - Solo

Untuk memantau kondisi antrean kendaraan, kepolisian juga mendirikan pos pantau di depan jalur arteri.

"Pos pantau untuk memantau panjangnya antrian gate Tol sampai dengan arteri. Makanya pos pantau-nya ada di ujung arteri," pungkas Arie.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU