Kamis, 12 MARET 2026 • 09:55 WIB

Tol Purwomartani - Prambanan Siap Difungsionalkan 16 - 29 Maret 2026, Pemudik Diimbau Siapkan E-Money Meski diruas Ini Gratis

Author

Potret ruas tol Purwomartani - Prambanan. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Ruas tol Purwomartani - Prambanan sepanjang 12,2 kilometer dipastikan siap beroperasi secara fungsional mulai 16 Maret hingga 29 Maret 2026. Meski masih dalam tahap penyelesaian akhir, badan jalan utama (main road) telah rampung sehingga jalur ini siap mendukung kelancaran arus mudik dari Yogyakarta menuju Solo, Jakarta, maupun Surabaya.

Manager Pengendalian Proyek Tol Jogja - Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, mengatakan akses dari Gerbang Tol Purwomartani menuju Prambanan tidak akan dipungut biaya selama masa operasional fungsional. Namun demikian, pemudik tetap diminta menyiapkan saldo kartu uang elektronik (e-money).

Menurut Bachtiar, kendaraan yang sudah masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani tidak diperbolehkan keluar di Gerbang Tol Prambanan dan harus terus melaju ke arah timur menuju ruas tol yang sudah beroperasi.

"Masuknya gratis, tapi begitu keluar ke tol operasional, harus bayar. Jadi e-money harus cukup. Artinya, tarif tol akan dihitung dari Gerbang Prambanan sampai titik keluar tujuan," ujar Bachtiar kepada wartawan usai meninjau Segmen Tol Prambanan - Purwomartani, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Pemudik Lebaran 2026 Wajib Tahu! Batas Kecepatan di Tol Tamanmartani 40 Km/Jam, Polisi Minta Tidak Buru - Buru

Ia juga menjelaskan progres pembangunan ruas tol tersebut saat ini telah mencapai 95 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya tahap finishing dan perapian di beberapa titik.

"Sudah 95 persen. Tinggal perapian saja. Jalur main road sudah selesai semua, kami melakukan pengecoran. Di mana ada titik-titik yang sudah dicor permanen, rigid, tapi ada juga yang masih LC (Lean Concrete) sementara. Tapi per hari ini pengecoran sudah selesai," katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan Gerbang Tol Purwomartani telah berdiri lengkap dengan portal dan mesin pembayaran elektronik. Namun fasilitas tap kartu belum diberlakukan karena akses ini masih digratiskan selama masa fungsional.

Sementara itu, petugas dan alat berat masih menyelesaikan tahap finishing serta merapikan badan jalan sebelum pembukaan resmi. Sejumlah rambu lalu lintas seperti larangan mendahului, larangan berhenti, hingga batas kecepatan juga telah terpasang di sepanjang jalur.

Baca juga: Dibuka 12 Jam Per hari, Tol Fungsional Purwomartani Siap Layani Prediksi 8,2 Juta Orang Masuk DIY Selama Lebaran 2026

Untuk aspek keselamatan, Bachtiar menyebut pihaknya telah memasang sistem pagar pengaman atau guardrail sepanjang 10 hingga 11 kilometer di ruas tersebut.

"Pemudik diimbau berhati-hati karena akan ada peralihan lajur di STA 41+500 dari Lajur A ke Lajur B menuju Gerbang Tol Prambanan," tegasnya.

Sementara sekitar satu kilometer lainnya masih menggunakan pembatas sementara berupa tolo-tolo karena badan jalan masih menggunakan Lean Concrete. Meski demikian, sistem pengaman telah dioptimalkan dengan tambahan water barrier yang dipasang memanjang mengikuti jalur.

Bachtiar menambahkan, keputusan mengoperasikan tol secara fungsional dengan satu lajur merupakan hasil rapat forum lalu lintas bersama kepolisian yang mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Namun kondisi sekarang belum memungkinkan. Jika dipaksakan dibuka dua lajur, dikhawatirkan akan berdampak pada kemacetan di Jalan Jogja-Solo," jelas Bachtiar.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, Widya Mustikaningrum, mengatakan pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema pengamanan untuk jalur tol fungsional tersebut.

"Di pintu masuk akan didirikan satu pos pantau. Petugas di pos ini bisa memonitor arus dari timur, barat, maupun melintasi depan. Kalau misal cuaca gelap atau ekstrim, jalur fungsional bisa ditutup lebih cepat," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kendaraan yang melintas di jalur tol fungsional ini dibatasi dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

"Sudah disiapkan mobil derek di beberapa titik, dan jalur B bisa dijadikan jalur darurat untuk evakuasi," pungkas Widya.

Informasi terkait perubahan kondisi di lapangan nantinya akan disampaikan melalui media sosial kepolisian, Satlantas Polres Sleman, Polda DIY, RTMC Ditlantas, serta laporan langsung petugas di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU