Suasana di Gerbang Tol Purwomartani, Rabu (11/3/2026). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar, aman, dan nyaman yakni melalui Operasi Ketupat Progo 2026, yang melibatkan koordinasi dengan instansi terkait serta penyediaan pos pantau di titik-titik strategis, termasuk di pintu keluar Tol Purwomartani.
Karo Ops Polda DIY, Kombes Pol Rendra Radita menjelaskan, salah satu fokus utama adalah menjaga keselamatan pemudik dengan mengatur kecepatan dan mengantisipasi kepadatan.
"Kita ingin para pemudik tidak tergesa-gesa, yang penting selamat sampai tujuan. Batas kecepatan untuk para pemudik yaitu 40 km per jam, tetapi bisa dikurangi lagi melihat kondisi jalur," ujar Rendra, kepada wartawan usai peninjauan di Gerbang Tol Purwomartani, Rabu (11/3/2026).
Pihaknya juga menyiapkan tim pengurai di pintu keluar Purwomartani untuk mengantisipasi pelambatan arus dan membantu masyarakat jika terjadi kepadatan. Rendra menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menghilangkan kemacetan total, meski pelambatan arus masih mungkin terjadi.
"Bahwa kegiatan peninjauan ini diupayakan sudah tidak ada lagi istilah kemacetan, tetapi adalah pelambatan arus. Mari sama-sama memakai jalur dengan mengindahkan satu sama lain. Keselamatan jadi hal yang utama," ucapnya.
Masjid dan Gereja Jadi Rest Area
Dikarenakan prediksi puncak arus mudik terjadi pada 13 dan 14 April, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 18 dan 19 April. Selain pengaturan lalu lintas, Polda DIY berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama untuk menyediakan 195 masjid dan 30 - 45 gereja sebagai rest area bagi para pemudik.
"Kami berharap para pengendara mampu mengendalikan diri, tidak tergesa-gesa, dan memanfaatkan rest area jika merasa lelah," tegas Rendra.
Ia juga menyebut pengaturan lalu lintas juga akan melibatkan koordinasi lintas provinsi, termasuk dengan Polda Jawa Tengah, untuk memantau jumlah kendaraan yang memasuki DIY dan mengantisipasi potensi kepadatan di titik bottleneck.
"Kita sudah mempersiapkan sebaik mungkin agar kondisi bottleneck tidak terjadi. Dari Jawa Tengah sampai dengan DIY, kita sudah ada rekayasa jalur dan beberapa skenario yang sudah dipersiapkan," pungkas Rendra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung