Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 16:15 WIB

HPN 2026 : Bupati Sleman Beberkan Anggaran Jadi Rp 1,6 Triliun Hingga Janjikan Media Center Meski Anggaran Dipangkas

Author

Media gathering oleh Pemkab Sleman di Sajian Kembang Turi Resto, hari ini (9/2). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar media gathering bersama insan pers di Sajian Kembang Turi Resto, Sleman, hari ini (10/2). Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan melalui rangkaian acara pembukaan, aktivitas outbound dan team building, serta jumpa pers bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Panitia HPN Sleman 2026.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung pembangunan Sleman.

"Secara kelembagaan hampir satu tahun saya mengaktifkan di Sleman sebagai Bupati, ini baru kali ini. Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir, bahkan ini awal dari kita berkolaborasi bagaimana membangun Sleman," ujar Harda dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan media akan mempercepat serta memperluas dampak pembangunan bagi masyarakat.

"Kolaborasi ini akan mempercepat, memperluas, pembangunan akan lebih baik dan lebih cepat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Sleman," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers.

"Kami ikut mengucapkan selamat Hari Pers Nasional. Mudah-mudahan kita semua bisa merasakan manfaat dari kehadiran pers dalam rangka membangun Indonesia, khususnya membangun Sleman," ucapnya.

Namun, Harda menekankan pentingnya pemahaman yang utuh antara pemerintah dan media, terutama dalam menjalankan peran masing-masing sesuai regulasi yang berlaku.

"Kita harus betul-betul bisa mendefinisikan dengan baik undang-undang pers, undang-undang pemerintahan, agar kita tidak salah melangkah dan bisa berkolaborasi dengan baik," tuturnya.

Ia pun mengajak insan media membangun hubungan yang dilandasi ketulusan dan kebersamaan.

"Saya berharap betul-betul ayo seduluran, seketenangan, seikhlas, neng ati. Dari seduluran ini insya Allah membawa berkah semuanya," ucap Harda.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun dengan hati menjadi kunci utama terwujudnya kolaborasi yang kuat.

"Kolaborasi ini tidak mudah diwujudkan kalau tidak didasari komunikasi dengan hati. Tapi saya yakin ini bisa," katanya.

Terkait peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, Harda berharap pemberitaan dapat membantu publik memahami kebijakan pemerintah.

"Apakah masyarakat kita sudah paham? Nah inilah yang saya ingin, ayo kita pahami secara kafah, sehingga berita-berita yang panjenengan buat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Lebih dari 34 Ribu Peserta PBI APBN di Sleman Dinonaktifkan Dinsos Alihkan ke APBD, Tapi Kategori Ini yang "Layak Terima"

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan komitmen Pemkab Sleman untuk menyediakan media center yang layak bagi insan pers.

"Saya masih punya utang menyediakan tempat untuk panjenengan beraktivitas. Saya ingin membangun ruang media center yang bisa membantu pekerjaan panjenengan, ini masih saya cari," katanya.

Meski demikian, Harda mengakui adanya keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dari pemerintah pusat.

"Walaupun tahun ini anggaran kami dikurangi Rp 279 miliar dari pemerintah pusat, Alhamdulillah saya berusaha meningkatkan layanan. Realisasi 2025 sebesar Rp1,4 triliun bisa saya naikkan sekitar Rp1,6 triliun. Mudah-mudahan, kalau ini nanti berhasil di anggaran 2027, kami rada ayem tak sisake. Dengan begitu, ruangan yang bisa untuk membantu aktivitas penjenengan. Namanya juga berharap," ungkapnya.

Lanjut Harda menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam mengawal pemerintahan dan menyampaikan program-program kepada masyarakat.

"Saya ingin media punya peran yang bagus saat ini dan seterusnya, sebagai corong pemerintah dalam menginformasikan kebijakan dan program untuk kepentingan masyarakat," tegasnya lagi.

Disamping itu, ia menyebutkan sejumlah capaian, di antaranya penataan sistem merit ASN Sleman yang dinilai terbaik secara nasional serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Pelayanan Sleman Alhamdulillah nomor dua se-Indonesia, hanya kalah dua poin dari Sumedang. Kelemahan sudah kita ketahui dan terus kita benahi," kata Harda.

Baca juga: Disnaker Sleman Gelar Enam Program Padat Karya Telan Anggaran Rp 19 Miliar

Di akhir sambutan, ia mengatakan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.

"Saya jadi Bupati ini hanya satu keinginan, yaitu memperbaiki Pemerintahan Kabupaten Sleman," pungkas Harda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU