Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:50 WIB

Arahan Presiden Prabowo, Ratusan Pelajar Kota Jogja Kerja Bakti "Gerakan Resik Sekolah Hari Ini

Author

Sejumlah pelajar di Kota Jogja membersihkan kawasan sekolahnya hari ini Jumat (6/2/2026). (Istimewa)

JOGJA - Raturan pelajar sekolah di Kota Yogyakarta bersama OPD terkait bersama - sama menyongsong kerja bakti pada Jumat (6/2/2026) pagi tadi, kerja bakti ini bertajuk "Jogja Berhati Nyaman" yang dilaksanakan secara serentak di 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan rumput liar di trotoar dan area sekitarnya.

Salah satu titik kegiatan dipusatkan di kawasan perempatan Jetis, yang menjadi area kolaborasi sejumlah satuan pendidikan mulai dari TK hingga SMA/SMK. Jumlah titik kerja bakti yang semula direncanakan hanya 10 lokasi berkembang menjadi 14 titik, meliputi SDN Jetisharjo, SD Tumbuh, SD Taman Siswa Jetis, SMP Negeri 6, SMP Taman Dewasa Jetis, SMA Negeri 11, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3, serta STIENUS Yogyakarta.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat dan daerah terkait Gerakan Indonesia Asri.

"Terkait dengan pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Rakornas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang salah satunya adalah Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kota Jogja khususnya di satuan pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga juga menindaklanjuti dengan Gerakan Resik Sekolah," ujar Hasyim, pada Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan Gerakan Resik Sekolah sejatinya telah dicanangkan sejak April 2025 dan kini diperkuat melalui pelaksanaan rutin setiap Jumat.

"Salah satu implementasinya adalah setiap hari Jumat, diawali Kamis Pon di mana para pegawai memakai pakaian khas daerah, lalu Jumat paginya dilanjutkan Gerakan Resik Sekolah dengan sasaran seluruh area sekolah mulai dari kelas, taman, kamar mandi, laboratorium, perpustakaan, hingga lingkungan sekitar sekolah," jelasnya.

Menurut Hasyim, pembersihan lingkungan sekolah juga diperluas hingga area publik di sekitar sekolah dengan radius 50 hingga 200 meter.

"Kami pilih radius 50 sampai 200 meter karena setelah itu biasanya sudah masuk wilayah sekolah lain. Gerakan ini dilaksanakan serentak mulai pukul 07.00 WIB dari TK, SD, SMP, dan kami berharap SMA, SMK termasuk MA juga ikut, meskipun pembinaannya berada di bawah provinsi DIY," katanya.

Selain kerja bakti, Disdikpora Kota Yogyakarta juga tengah menggelar lomba kebersihan sekolah yang diikuti seluruh jenjang pendidikan.

"Mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK. Penilaian dilakukan dari hari ini sampai 16 Februari, dan besok tim akan turun langsung ke sekolah," ungkap Hasyim.

Ia juga menyebutkan, pada tahap pertama akan dipilih 10 sekolah terbersih di tiap jenjang, kemudian diseleksi kembali menjadi tiga terbaik.

"Tim juri melibatkan dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, serta unsur organisasi lain agar penilaian benar-benar komprehensif. Harapannya, sekolah juara bisa menjadi contoh dan berbagi praktik baik dengan sekolah lain," katanya.

Baca juga: Tegas ! Dishub DIY : Maxride dilarang Melintas dan Jeron Benteng Bakal Bebas Kendaraan Bermotor di Kota Jogja, Malioboro Menyusul

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menuturkan bahwa Gerakan Resik Sekolah merupakan bagian dari pembiasaan karakter pelajar yang telah berjalan sejak 2022.

"Kalau dari sejarahnya, kegiatan ini sudah kami mulai sejak 2022 saat Pemkot Yogyakarta mencanangkan kampanye zero sampah anorganik. Penguatannya melalui surat edaran 10 April 2025, dan semakin kuat setelah ini menjadi program nasional Gerakan Asri," papar Mugi.

Khusus di kawasan Jetis, kegiatan melibatkan sekitar 500 pelajar dari sembilan sekolah yang berada di sekitar perempatan Jetis.

"Kami mengambil lokasi ini karena perempatan Jetis adalah area publik dan jalur sumbu filosofi. Dari selatan ke utara ini jalur pariwisata, sehingga penting untuk dijaga kebersihannya," katanya.

Menurut Mugi, kegiatan dibagi menjadi dua, yakni pembersihan lingkungan sekolah dan area publik.

"Sebagian pelajar membersihkan kompleks sekolah masing-masing, dan sebagian lagi membersihkan area publik terutama trotoar, pinggir jalan utama, dan ventilasi agar bersih tanpa rumput liar," terangnya.

Kerja bakti itu berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan panggung ekspresi pelajar sebagai puncak kegiatan.

"Ini bertepatan dengan Jumat Wage yang rutin kami laksanakan setiap 35 hari sekali. Setelah kerja bakti, ada gelar pelajar dan pemuda sebagai semarak menyambut lomba kebersihan sekolah," imbuh Mugi.

Baca juga: Jelang Imlek 2026, Aroma Kue Keranjang Kembali Menghiasi di Kampung Tukangan Kota Jogja

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi pelajar di Kota Yogyakarta.

"Muaranya adalah pembentukan karakter, habituasi pelajar agar peduli lingkungan. Harapan kami, budaya bersih ini menjadi budaya pelajar dan akhirnya menjadi budaya Kota Yogyakarta," pungkas Mugi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU