JOGJA - Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang digelar di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 warga dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, serta melibatkan tenaga kesehatan dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dalam sambutannya, Wamenkes Benjamin menegaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi agenda prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang masuk dalam delapan program hasil terbaik cepat sektor kesehatan.
"Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak setelah India. Bahkan jika dilihat dari rasio jumlah penduduk, angka kita lebih tinggi. Karena itu Presiden memberi mandat agar persoalan TBC ini benar-benar dibereskan secara serius," ujar Benjamin.
Menurutnya, penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah melibatkan sedikitnya 31 kementerian dan lembaga karena faktor lingkungan dan hunian turut memengaruhi penularan penyakit tersebut.
"Lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh. Rumah yang minim ventilasi dan lembap bisa menjadi tempat hidup kuman TBC selama berbulan-bulan. Sebaliknya, paparan sinar matahari selama 15 sampai 30 menit bisa membunuh kuman tersebut. Maka intervensi lingkungan menjadi kunci," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari estimasi lebih dari 800 kasus TBC di Kabupaten Kulon Progo, baru sekitar 429 kasus yang berhasil ditemukan. Artinya, masih terdapat ratusan kasus yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan ke masyarakat sekitar. Kondisi inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan ACF dengan metode penelusuran aktif di masyarakat.
Kepala Puskesmas Sentolo 1, Renny Lo, turut mengatakan kegiatan ACF ini merupakan bagian dari strategi terpadu yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Kulon Progo, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra pengabdian masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN Interprofessional Education (IPE) UMY yang aktif mendukung skrining serta edukasi kesehatan kepada warga.
"Kami menggandeng kampus, termasuk UMY, untuk terlibat langsung dalam kegiatan skrining dan penelusuran kontak. Mahasiswa kesehatan sangat membantu dalam proses tracing dan investigasi kontak di lapangan," ujar Renny.
Baca juga: Soroti Mahalnya Tiket Pesawat, Pakar UMY Sebut Evaluasi Pajak Salah Satu Solusi
Salah satu mahasiswa KKN IPE UMY, Deas, menjelaskan bahwa mahasiswa berperan melakukan skrining awal untuk mendeteksi kasus TBC aktif yang selama ini belum teridentifikasi.
"Kami melakukan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dahak, rontgen paru, dan pemeriksaan pendukung lainnya. Tujuannya agar TBC bisa ditemukan sejak dini dan segera mendapatkan penanganan," ujarnya.
Sementara itu, Eureka Titis Rahmayanti, mahasiswa Keperawatan UMY sekaligus Ketua KKN IPE Angkatan 10, menambahkan bahwa kegiatan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi promotif dan preventif.
"Kami juga mengenalkan senam PPOK berbasis pancen OE, yaitu terapi akupresur yang dikemas dalam bentuk senam sederhana dan ramah lansia. Gerakannya mudah diikuti dan bisa diterapkan dalam aktivitas warga sehari-hari," terang Eureka.
Baca juga: Harga Emas Melonjak, Pakar Ekonomi UMY Ingatkan Sinyal Ekonomi Global Tak Stabil
Ia berharap melalui kegiatan skrining massal dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan, lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih awal sehingga pengobatan bisa segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan.
"Musuh terbesar TBC adalah ketidaktahuan. Dengan skrining, pencegahan, dan edukasi yang tepat, rantai penularan TBC bisa diputus," pungkas Eureka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA