Senin, 19 JANUARI 2026 • 13:05 WIB

Wali Kota Jogja Hasto Anggarkan Dana Perbaikan Talud Sungai Buntung yang Jebol Perbaikan Tahun Ini, Warga Diminta Tak Buang Sampah

Author

Pantauan Talud Sungai Buntung ambrol di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, pada Senin (19/1/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah menyiapkan anggaran untuk penanganan sejumlah talud yang ambrol akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, termasuk talud Sungai Buntung di wilayah Bangunrejo, Kemantren Tegalrejo.

Hasto mengatakan, talud-talud yang mengalami kerusakan sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan sebagian perbaikannya telah masuk dalam anggaran tahun ini.

"Talud yang ambrol itu sudah dicek. Kemarin juga PU sudah mengecek dan sebagian sudah kami anggarkan tahun ini. Yang kemarin ambrol di jembatan juga sudah kami anggarkan," ujar Hasto usai ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (19/1/2026).

Namun, Hasto mengaku belum bisa memastikan besaran anggaran yang dialokasikan. Menurutnya, penanganan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan tingkat kerusakan serta kewenangan pengelolaan masing-masing lokasi.

"Jumlah anggarannya nanti kami hitung sesuai kebutuhan. Ada yang bisa dikerjakan tahun ini, ada juga yang harus direncanakan pada tahap berikutnya," katanya.

Terkait talud yang berada di bawah jembatan, Hasto menjelaskan Pemkot Yogyakarta akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Hal ini lantaran konstruksi talud dan saluran air di lokasi tersebut berada di bawah kewenangan balai besar.

"Kita kerja sama dengan Balai Besar. Pembangunannya memang lebih besar karena tidak dibangun sendiri. Kita khusus menangani talud di bawah jembatan, sementara saluran airnya dikerjakan bersama Balai Besar," jelasnya.

Baca juga: Kota Jogja Tegaskan Larang Buang Sampah Organik ke Depo Mulai Awal 2026, Hasto :"Nanti Ada Penggerobak Keliling ke Kelurahan"

Ia menyebut, koordinasi lanjutan dengan pihak BBWSSO akan segera dilakukan dalam waktu dekat untuk mempercepat penanganan.

"Kami sudah rapat, hari ini atau besok akan dilanjutkan lagi," imbuh Hasto.

Di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih diprediksi terjadi saat ini, Hasto kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai dan saluran air. Menurutnya, salah satu penyebab ambrolnya talud diduga karena tumpukan sampah serta beban bangunan yang tidak sesuai posisi.

"Kita harus waspada. Cuaca ekstrem sudah diingatkan oleh berbagai pihak. Jangan sampai sungai mampet, selokan-selokan jangan sampai mampet," tegasnya.

Ia secara khusus meminta warga tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan karena dapat memperparah risiko bencana.

"Jangan membuang sampah ke selokan atau sungai karena itu bisa jadi bencana. Orang kota ini harus jaga kebersihan, jangan sampai ada selokan yang macet karena sampah," ujarnya.

Baca juga: Hujan Badai di Kota Jogja Picu Talud Ambrol Hingga Rumah Warga Terdampak

Hasto menekankan bahwa penanganan talud ambrol tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kerusakan berulang.

"Ada yang bisa dilakukan tahun ini, ada yang nanti kita rencanakan selanjutnya. Tapi pencegahannya tetap dari kita semua," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, talud Sungai Buntung ambrol di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, pada Sabtu (17/1/2026) sore. Talud yang ambrol memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter. Peristiwa tersebut berdampak pada balai pertemuan warga serta Jembatan Merah yang menghubungkan Kampung Bangunrejo dan Kampung Pingit. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU