Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 09:55 WIB

Hanya Seluas 32,5 Km Kota Jogja Sudah dikepung 64 Ribu Kendaraan Jelang Nataru 2025

Author

Tugu Pal Putih Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kota Yogyakarta yang hanya memiliki luas 32,5 kilometer persegi atau sekitar 3.250 hektar menghadapi lonjakan arus kendaraan selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Pada hari ketiga pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025, Senin (22/12/2025), jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat menembus angka lebih dari 64 ribu unit.

Peningkatan volume kendaraan tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, terutama di kawasan Bundaran Stadion Kridosono hingga menuju Jembatan Lempuyangan. Arus kendaraan di lokasi tersebut terlihat padat dan bergerak perlahan.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, mengatakan berdasarkan hasil penghitungan lalu lintas di sejumlah gerbang tol pada pukul 06.00 hingga 19.00 WIB, tercatat 14.044 kendaraan masuk dan 14.378 kendaraan keluar dari wilayah DIY.

"Volume kendaraan cukup tinggi sejak pagi hingga sore hari, terutama di beberapa gerbang tol yang menjadi pintu utama masuk ke DIY,” ujar Widya, Selasa (23/12/2025).

Ia merinci, Gerbang Tol Banyudono mencatat 3.042 kendaraan masuk dan 2.903 kendaraan keluar. Di Gerbang Tol Polanharjo terdapat 2.249 kendaraan masuk dan 1.970 kendaraan keluar, sedangkan Gerbang Tol Klaten mencatat 1.149 kendaraan masuk dan 1.252 kendaraan keluar. Adapun arus kendaraan tertinggi terjadi di Gerbang Tol Prambanan.

"Di Prambanan tercatat 7.604 kendaraan masuk dan 8.253 kendaraan keluar. Ini menjadi titik dengan volume paling besar," jelasnya.

Baca juga: Wisatawan Nataru 2025 Disinyalir Lebih Pilih Jogja Ketimbang Bali, PHRI DIY Minta Jangan Aji Mumpung Nuthuk Harga

Selain melalui gerbang tol, penghitungan melalui sistem Traffic Smart Province menunjukkan arus kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Yogyakarta hingga pukul 19.00 WIB mencapai 64.458 kendaraan. Arus tersebut berasal dari Simpang Rejowinangun sebanyak 2.677 kendaraan, Simpang Pasar Telo 20.799 kendaraan, serta Simpang Kyai Mojo mencapai 40.982 kendaraan.

Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Kota Yogyakarta tercatat melalui Simpang Demangan sebanyak 29.769 kendaraan dan Simpang Sugeng Jeroni sebanyak 19.258 kendaraan, dengan total arus keluar mencapai 49.027 kendaraan.

Menurut Widya, berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan lalu lintas di sekitar Bundaran Stadion Kridosono diduga dipicu oleh rekayasa lalu lintas di kawasan Jembatan Kewek. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian kendaraan harus memutar ke arah Jembatan Lempuyangan.

"Rekayasa lalu lintas ini membuat arus kendaraan terkonsentrasi di beberapa titik, sehingga terjadi perlambatan,” kata Widya.

Baca juga: Sambut Libur Nataru 2026 Sekaligus HUT Ke-10, Waterboom Jogja Hadirkan Ragam Event Seru, Salah Satunya Ada Museum Air Satu - Satunya di Indonesia

Di kawasan Bundaran Kridosono juga terpasang papan petunjuk bertuliskan “Malioboro via Jalan Mataram” sebagai bagian dari pengaturan arus selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Polda DIY pun mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

"Kami mengajak pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif agar kepadatan bisa terurai selama Operasi Lilin Progo 2025 berlangsung,” pungkas Widya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Konfirmasi Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU