Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

UGM Kirim Tim Kesehatan Hingga Berikan Keringanan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Bandang di Sumatera

Author

Sekretaris UGM, Andi Sandi. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) bergerak cepat membantu penanganan warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatra. Universitas mengirimkan tim kesehatan dan psikologi untuk memberikan respons langsung di lokasi bencana.

Sekretaris UGM, Andi Sandi, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan UGM terhadap proses pemulihan pascabencana.

"Tim kesehatan dan psikologi sudah menuju ke lokasi. Saat ini mereka sedang berkoordinasi untuk melakukan tindakan-tindakan maupun respon cepat di sana,” ujarnya saat ditemui wartawan di kampus, Kamis (4/12/2025).

Sejak awal pekan lalu, kata Sandi, UGM telah menjalin koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk memastikan langkah yang diambil selaras dengan pemerintah.

"Pengiriman tim ini merupakan dukungan langsung UGM kepada pemerintah, terutama dalam proses rehabilitasi dan upaya mencegah kejadian serupa pada masa mendatang," katanya.

Ia menekankan bahwa universitas menyiapkan mitigasi bencana berbasis keilmuan sebagai bagian dari kontribusi UGM. Selain tim bantuan, universitas melakukan pendataan terhadap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana. Pendataan ini melibatkan fakultas, sekolah, dan perwakilan mahasiswa di setiap unit.

"Kami akan menyiapkan bantuan berupa bahan pokok, meskipun tidak besar karena dihimpun dari donasi mitra, sivitas, dan alumni,” jelas Sandi.

Ia juga mengungkapkan beberapa mahasiswanya bahkan dosen sempat kesulitan menghubungi keluarga di daerah terdampak, namun sebagian besar kini sudah dapat dikontak. UGM juga membuka kemungkinan pemberian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.

"Kita lihat per case karena tidak mungkin disamakan. Ada juga mahasiswa UKT nol yang terdampak. Semua masih kami kompilasi di tingkat fakultas,” jelasnya.

Baca juga: Polda DIY Sediakan Makan Gratis 200 Porsi Tiap Harinya, WiFi, Hingga Zoom Meeting Untuk Mahasiswa Asal Sumatra Terdampak Banjir

Namun, skema keringanan ini belum dijelaskan secara rinci karena proses verifikasi masih berlangsung.

"Prioritas utama universitas saat ini adalah memastikan mahasiswa tetap bisa mengikuti perkuliahan dan ujian akhir semester yang akan segera berlangsung," jelas Sandi.

Terkait rencana pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke wilayah terdampak, Sandi mengatakan hal itu masih dikaji.

"Tim darurat sudah berangkat, tetapi untuk KKN masih kita kaji karena kondisi akses di lokasi dan banyak institusi negara sudah berada di sana. Jangan sampai keberadaan kita justru menambah beban,” ujarnya.

Baca juga: Kementerian PU Sanggupi Anggaran Rp 19 Miliar pada 2026 Perbaikan Jembatan Kewek Jogja, Walikota Hasto Minta Sisakan Nilai Historis

UGM terus berkoordinasi dengan pemerintah dan BRIN. Presiden telah menunjuk Prof. Pratikno sebagai koordinator bencana Sumatra, sehingga seluruh langkah UGM disinergikan dengan pemerintah pusat.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, tetapi kami yakin mahasiswa kami bisa bertahan dan menyelesaikan studi. Tugas kami adalah membantu mereka mencapai cita-cita,” pungkas Sandi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU