JOGJA - Kontingen Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menempati posisi kedua nasional pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang digelar pada Kamis (27/11) di GOR JK Arenatorium, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.
Dari 64 mahasiswa UGM yang bertanding, mereka berhasil meraih total 11 medali emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Raihan ini terbagi pada dua kategori yakni kategori poster UGM meraih 4 emas, 1 perak, dan 4 perunggu, sedangkan kategori presentasi menambah 2 emas dan 5 perak.
Prestasi ini menandai pencapaian penting bagi mahasiswa UGM setelah melalui proses panjang mulai dari penelitian hingga presentasi akhir. Ajang tahunan ini diikuti oleh 170 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, mengapresiasi usaha para mahasiswa.
"Pengalaman mengikuti PIMNAS merupakan proses penguatan kapasitas riset, presentasi, kolaborasi, dan tradisi ilmiah mahasiswa. Saya mengapresiasi perjuangan mereka karena maknanya jauh melampaui medali,” ujarnya.
Arie menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara mahasiswa, dosen pembina, pendamping, dan Direktorat Kemahasiswaan.
"Semangat riset dan ketekunan mahasiswa UGM layak diapresiasi sebagai bagian dari tradisi akademik kampus. Apa yang dikerjakan para mahasiswa ini akan menjadi modalitas yang sangat berarti untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim pembina dan mahasiswa yang telah mendedikasikan waktu panjang untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Menurut Hempri, capaian tahun ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang penting untuk memperkuat sistem pembinaan PKM di UGM.
"Kami memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah bekerja selama hampir setahun untuk PKM ini. Keberlanjutan inovasi mahasiswa menjadi perhatian utama kami. Kami berharap karya-karya ini tidak berhenti di tahap kompetisi, melainkan berkembang menjadi produk atau solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Hempri.
Selain aspek kompetisi, PIMNAS juga dianggap sebagai sarana penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan antarmahasiswa. Kehadiran kontingen UGM di Makassar juga didukung oleh Kagama Sulawesi Selatan, yang turut mendampingi mahasiswa selama kegiatan.
Meski bukan juara umum, UGM menilai pengalaman mahasiswa selama PIMNAS sangat berharga untuk penguatan budaya ilmiah di kampus.
"PIMNAS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memperbaiki presentasi, dan memahami dinamika kompetisi nasional. Kami optimistis tradisi prestasi mahasiswa akan terus tumbuh dengan pendampingan dan kolaborasi yang semakin baik,” pungkas Hempri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail