Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 18:45 WIB

Alasan SMPN1 Pathuk Gunungkidul Belum Terima MBG Hingga Saat Ini

Alasan SMPN1 Pathuk Gunungkidul Belum Terima MBG Hingga Saat IniPlh Kepala SMPN 1 Pathuk Gunungkidul, Munsoji. (Olivia Rianjani)

JOGJA - SMPN 1 Pathuk Kabupaten Gunungkidul DIY, hingga kini belum menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal masa percobaan. Sekolah yang berada di wilayah perbatasan Wonosari Kota dan Jogja ini masih menunggu kepastian dari pihak SPPG Beji, yang menjadi salah satu lokasi pilot program MBG di Kabupaten Gunungkidul.

Plh Kepala SMPN 1 Pathuk Gunungkidul, Munsoji mengatakan, proses implementasi MBG di sekolahnya masih tertunda meski beberapa langkah awal telah dilakukan. Disebutnya juga, kurang lebih sekitar 10 sekolah yang belum menerima MBG sampai saat ini.

"Kami sudah diminta data jumlah siswa, jadwal pengiriman, bahkan sudah dikirimi draft MOU. Tapi sampai sekarang, program belum dijalankan,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui pada jam istirahat, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, ada sejumlah SPPG rencananya akan dibangun di wilayah ini, yaitu di Pathuk, Ndugo, Beji, dan Nglegi. Dari lokasi tersebut, yang sudah siap menerima MBG adalah SPPG di Ndugo, sementara SPPG Beji hampir selesai, tinggal menunggu survei akhir.

"Setelah survei selesai, SPPG akan langsung running. Tapi mereka menunggu momentum yang tepat, misalnya tidak saat liburan atau ujian," ucapnya.

Baca juga: Dies Natalis Ke-67, UPNV Yogya Gelar Jogja Heritage Fun Run 2025 Kategori 5K Dan 10K Desember Mendagang, Ajak Peserta Menyusuri Ikon Bersejarah

Munsoji menyebut SMPN 1 Pathuk sendiri akan mengikuti MBG dari SPPG Beji, karena sudah ada komitmen dengan pihak tersebut. Sekolahnya memiliki sekitar 458 siswa, dan semua siswa yang diajukan akan menerima MBG. Selain menunggu teknis operasional, pihak sekolah juga mendapat edukasi mengenai standar keamanan pangan dari tim chef profesional SPPG Beji.

"Waktu itu mereka (SPPG) menekankan sistem safety agar makanan tidak dikonsumsi lebih dari 6 jam setelah dimasak. Hal ini penting karena beberapa waktu lalu guru-guru kami mengalami keracunan makanan dari catering biasa. Hampir semua guru tidak bisa masuk sekolah beberapa hari, bahkan ada yang sampai ICU," terangnya.

Baca juga: Soroti Konflik Percopotan Ketua PBNU Hingga Tudingan Zionis, NU DIY Desak Segera Diselesaikan : “Jangan Sampai Enggak Ada Program Kerakyatan"

Kendati demikian, ia berharap program MBG bisa segera dijalankan pada awal tahun 2026, setelah ujian atau liburan siswa berakhir, agar program dapat berjalan efektif dengan keterlibatan penuh anak-anak.

"Kami optimistis dengan SPPG Beji, karena mereka memiliki chef profesional dan standar keamanan yang jelas. Semoga MBG segera berjalan, sehingga anak-anak bisa mendapatkan makanan bergizi tanpa risiko," pungkas Munsoji.

Hingga saat ini, komunikasi terakhir melalui whatsapp dengan pihak SPPG Beji dilakukan sekitar seminggu lalu melalui WhatsApp, namun belum ada kepastian tanggal mulai distribusi MBG.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Pribadi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Alasan SMPN1 Pathuk Gunungkidul Belum Terima MBG Hingga Saat Ini

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!