Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 11:45 WIB

Polda DIY Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Potensi La Nina

Author

Apel kesiapsiagaan bencana diselenggarakan Polda DIY, Rabu (5/11/2025) (Istimewa)

JOGJA - Guna mengantisipasi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan, Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (5/11/2025). Apel dipimpin Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., dan diikuti berbagai unsur terkait seperti TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, Satpol PP, Damkar, Tagana, serta relawan kebencanaan. Para pejabat utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam apel yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia ini, Polda DIY menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi ancaman bencana di masa cuaca ekstrim.

"Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh unsur dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat demi menjamin keselamatan masyarakat," ujar Brigjen Eddy membacakan amanat Kapolri.

Djunaedi juga menyoroti tingginya tingkat kerentanan Indonesia terhadap bencana alam. Berdasarkan laporan World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia. Hingga 19 Oktober 2025, BNPB mencatat sedikitnya 2.606 kejadian bencana, mulai dari banjir, cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.

Baca juga: Model Hotel Haji Pertama Di Indonesia Guna Dukung YIA Resmi Miliki Emabarkasi Haji Dengan Perdana Keberangkatan 2026

Kondisi tersebut diperparah dengan data BMKG yang menyebut sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026. Selama periode itu, risiko bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi diprediksi meningkat, termasuk di wilayah DIY.

"BMKG juga memperkirakan fenomena La Niña kategori lemah akan mulai terjadi pada November hingga Februari mendatang. Ini bisa memperkuat intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia," katanya.

Kendati begitu, ia menegaskan, kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.

"Seluruh unsur TNI - Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait diminta untuk meningkatkan koordinasi, melakukan simulasi tanggap darurat, serta memastikan kesiapan logistik dan peralatan evakuasi," tegas Djunaedi.

Usai apel, Wakapolda DIY bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, peralatan, serta kendaraan taktis yang akan digunakan dalam penanganan bencana.

Baca juga: Resmi Pimpin BMKG, Guru Besar Teknik UGM Prof. Teuku Faisal Fathani Siap Perkuat Sistem Deteksi Bencana

Sementara itu. Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K, menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

"Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan sarana prasarana, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan peka terhadap peringatan dini," ujarnya.

Ia juga mengimbau warga DIY untuk selalu waspada dan mematuhi arahan petugas jika terjadi bencana.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya di sekitar lingkungan,” pungkas Ihsan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU