Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:45 WIB

Komisi A DPRD DIY Perjuangkan Alokasi Rp 100 Juta per Kelurahan Untuk Atasi Stunting

Author

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, saat ditemui pada Senin (4/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Upaya percepatan penanganan stunting di Kota Yogyakarta semakin diperkuat melalui pengalokasian dana khusus sebesar Rp 100 juta untuk setiap kelurahan. Dana ini ditujukan untuk mendukung program peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya balita, ibu hamil, dan calon pengantin yang membutuhkan pendampingan nutrisi.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung langkah Pemda DIY dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Mulai tahun 2025, kami sudah memperjuangkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar. Setiap kelurahan mendapatkan alokasi Rp 100 juta yang secara spesifik untuk percepatan penanganan stunting. Kami berharap anggaran ini tepat sasaran, terutama bagi balita, ibu hamil, dan calon pengantin yang membutuhkan bantuan akibat kurang berat badan dan masalah kesehatan lainnya,” ujar Eko Suwanto, belum lama ini.

Eko juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk PKK, TPK, Posyandu, dan kader kesehatan yang aktif memberikan edukasi serta mendistribusikan makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

Sosialisasi alokasi dana ini digelar dalam forum Sosialisasi Perda 3/2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan di Muja-Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Kegiatan ini turut dihadiri Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Wisnu Sabdono Putro, dan anggota DPRD Kota Yogyakarta Haryanto.

Baca juga: Warga Ngemplak Sleman Digegerkan Bayi Dalam Kardus di Ngemplak Sudah Diberi Nama "Alexander Piter Guslin", Orang Tua Bayi Tinggalkan Pesan Ini

Program ini mendapat respons positif dari warga dan kader kesehatan. Wahyuni, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasihnya.

Anak saya suka telur orak-arik. Ini sangat membantu sebagai tambahan protein,” kata Wahyuni.

Lurah Muja-Muju, Dwi Wahyudi Hamzah ST, menambahkan masukan terkait PMT, bahwa telur omega paling disukai, namun untuk ayam, lele, atau bahan kemasan frozen, tidak semua masyarakat menyukainya.

Karena itu, lanjut Eko Suwanto menegaskan bahwa fokus alokasi Rp 100 juta per kelurahan adalah untuk membantu anak-anak dengan berat badan kurang dan ibu hamil yang kurang sehat. Tahun ini, sekitar 2.250 orang telah menerima bantuan.

Harapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga mendorong semangat gotong royong dalam menuntaskan masalah stunting,” kata Eko.

Baca juga: Fasilitas Mal Pelayanan Publik, Pemkab Gunungkidul Lakukan MOU Pinjam Pakai Dengan Dirjen Perhubungan Darat

Sebagai pimpinan Kota Yogyakarta, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut baik alokasi dana ini. Menurutnya, melalui Perdais 3/2024 dan dana Rp 100 juta per kelurahan, program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Kota Yogyakarta berhasil menurunkan angka stunting. Alokasi Rp 100 juta per kelurahan adalah langkah strategis. Pak Lurah, pastikan program ini berjalan dengan baik. Membangun generasi sehat Yogyakarta adalah tanggung jawab bersama,” ujar Hasto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU