Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 21:30 WIB

Dorong Hilirisasi Inovasi, Pemerintah Kucurkan Rp 1,28 Triliun untuk Riset di 1.503 Kampus

Author

Innovation Forum: Harmonisasi Hibah Penghiliran Inovasi 2025 di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelontorkan dana riset sebesar Rp1,28 triliun untuk mendukung 16.800 lebih proposal penelitian dari 1.503 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi upaya untuk memperkuat ekosistem riset nasional agar lebih terfokus, merata, dan berdampak nyata.

Dana ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem penelitian yang lebih fokus dan relevan, terutama melalui program-program prioritas yang kita desain untuk fungsi pemerataan,” ujar Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendikbudristek, Dr. M. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., dalam Innovation Forum: Harmonisasi Hibah Penghiliran Inovasi 2025 di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), belum lama ini.

Fauzan menjelaskan bahwa strategi pendanaan riset kini disederhanakan menjadi dua skema utama yakni program riset prioritas dan program riset strategis. Riset prioritas akan mengandalkan pendanaan dari APBN, sementara riset strategis akan lebih selektif, dengan fokus pada proyek yang memiliki urgensi tinggi dan potensi dampak besar.

Kita seleksi mana yang betul-betul strategis dan penting untuk segera diselesaikan. Ini menjadi dasar dalam alokasi dana riset ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko menegaskan bahwa UGM berkomitmen tidak hanya menghasilkan riset sebatas publikasi atau prototipe, tetapi juga memastikan hasil inovasi dapat menembus "valley of death" atau jurang antara laboratorium dan pasar.

Esensi hilirisasi inovasi adalah bagaimana menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi nyata yang berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tuturnya.

Baca juga: Peneliti UGM Teliti Pengaruh Ketajaman Pisau dan Sertifikasi Juleha terhadap Kualitas Daging Ayam

Danang juga menyebut bahwa forum inovasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah antar pemangku kepentingan. Ia menilai berbagai program hibah dari pemerintah, seperti Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (Prime STeP)Program Dana Padanan (PDP), hingga Hilirisasi Riset Prioritas, membuka peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk menjembatani dunia akademik dan kebutuhan industri.

Ini menjadi kesempatan besar untuk memperkuat jembatan antara riset di kampus dan kebutuhan nyata di lapangan,” katanya.

Direktur Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D., menambahkan bahwa UGM tahun ini menerima sejumlah hibah inovasi, antara lain Hibah Pengembangan Inovasi, Dorongan Teknologi Tim Pakar, dan Dana Padanan dari Kemendikbudristek, serta dukungan dari Asian Development Bank (ADB) untuk program seperti Startup Grant dan Sinergi Inovasi.

Kami berharap program-program ini mendorong lahirnya lebih banyak startup berbasis inovasi teknologi yang mampu bersaing di level global,” jelasnya.

Baca juga: Reformasi Polri, PSKP UGM Minta Lima Aspek Urgen Ini Yang Harus Dibenahi

Prof. Kompiang juga menyoroti peran Science Techno Park (STP) UGM sebagai penggerak utama ekosistem inovasi di kampus. Melalui unit seperti Technology Transfer Office dan program inkubasi seperti Innovative Academy, STP mengawal riset hingga siap dikomersialisasi.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama hibah inovasi antara UGM dan sejumlah pihak penerima hibah, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan universitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU