Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 16:05 WIB

Perkuat Layanan Big Data di Indonesia, Wamen Komdigi Sebut Bisa Berkaca di Tiga Negara Ini Terutama China, Ini Alasannya

Author

Wamen Komdigi, Nizar Patria saat memaparkan di MM UGM, pada Kamis (18/9/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Transformasi digital di tingkat daerah dinilai belum sepenuhnya optimal. Karenanya, Indonesia bisa belajar dari negara-negara yang telah sukses menerapkan adopsi teknologi digital secara luas, salah satunya adalah China. Hal ini disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nizar Patria, dalam paparannya di acara Seminar Nasional dan Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Index 2025 di MM UGM, Kamis (18/9/2025).

Pada kesempatan itu, Nizar menyatakan pentingnya menjadikan praktik-praktik global sebagai tolok ukur pengembangan transformasi digital di Indonesia. Ia menyebut bahwa transformasi tidak bisa hanya berjalan secara umum atau seremonial, melainkan harus berbasis praktik nyata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Dan kita harapkan bisa bersama-sama menetapkan satu benchmarking bagaimana kota-kota ataupun kabupaten-kabupaten yang secara konsisten mengadopsi teknologi digital dan memberikan performa yang cukup baik untuk layanan kepada publik sehingga transformasi digital ini akan lebih baik, dimana bukan hanya umum-umum gitu ya, tapi kita berjalan berdasarkan praktek yang real,” ujarnya dihadapan peserta seminar.

Menurutnya, para kepala daerah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam proses transformasi digital, mulai dari kabupaten, kota, kecamatan, hingga ke desa.

Bapak-Ibu adalah frontier, dia ada di frontier, ada di paling depan dalam proses transformasi digital. Dari kabupaten, kota, turun ke kecamatan, turun ke desa. Nah habis ini, disinilah sebetulnya transformasi digital itu bisa dirasakan,” katanya.

Nizar juga menyoroti bagaimana negara-negara seperti China, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa telah berhasil mengadopsi teknologi secara luas dan mendalam. Ia secara khusus menekankan kekagumannya terhadap pendekatan China dalam penyebaran teknologi digital.

"Saya ingin mencontohkan China karena China agak unik kasusnya. Kalau Anda baca satu buku, judulnya Technology and the Rise of Green Powers ditulis oleh Jeremy Wang. Di situ dikatakan negara yang akan dominan memimpin transformasi digital adalah negara yang mampu melakukan penyebaran teknologi secara luas dan secara mendalam. Technology diffusion jauh lebih penting ketimbang innovation-innovation yang tinggi tapi hanya dilakukan di level elite saja, tidak turun ke bawah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi China menjadi kekuatan hijau global (green power) sangat besar, karena kemampuan negara tersebut untuk menyebarluaskan teknologi digital hingga ke pelosok desa.

Dan itu kita lihat sendiri, misalnya di Xiamen ya, bagaimana masyarakat di sana itu yang sudah sangat akrab dengan digital. Hampir tidak ada uang cash di sana yang beredar. Semuanya lewat smartphone, beli apapun pakai QR Code. Layanan publik semuanya online. Sepeda ada di mana-mana. Mereka enggak bawa sepeda ke rumah lagi. Sepeda diparkir aja di pinggir jalan. Mau dipakai tinggal pakai QR Code diaktifkan, bawa aja sepedanya. Terus tinggalin aja di manapun, sepeda itu enggak akan hilang. Karena dia terkoneksi oleh GPS,” lanjut Nizar.

Nizar meyayangkan bahwa belum ada kota di Indonesia yang secara serius mengadopsi model seperti itu secara menyeluruh. Jika pun ada, implementasinya masih terbatas.

Belum ada kota kita yang mencoba mengadopsi. Kalaupun ada sangat terbatas di elevasi tertentu saja. Berbeda dengan di kota-kota lain di dunia,” katanya.

Meski begitu, Nizar tetap optimistis bahwa para pemimpin daerah di Indonesia akan mampu menjadi pionir dalam mewujudkan visi besar transformasi digital Indonesia.

Tapi saya percaya Bapak-Ibu sekalian adalah barisan terdepan dalam proses transformasi digital kita dan berangkat mewujudkan visi Indonesia Digital tahun 2045. Kita harus menjadi champion dalam soal teknologi digital. Kita bisa mengadopsi teknologi digital yang aman, terpercaya, dan juga bertanggung jawab. Dan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tutur Nizar.

Baca juga: Sambangi Yogya Melalui Seminar UGM, Wamen Komdigi Dorong Tiap Daerah Bangun Data Labs Sebagai Kunci Suksss Transformasi Digital

500 Wilayah Telah Optimalkan Sistem Big Data 

Sementara ditemui usai acara, Nizar menilai bahwa penyusunan indeks seperti Gadjah Mada Digital Transformation Index sangat penting sebagai tolak ukur dan alat evaluasi dalam menilai seberapa jauh transformasi digital di daerah telah berjalan.

Ini adalah satu langkah yang baik sekali dan kita berharap masukan-masukan dan juga hasil dari indeks yang dibuat ini bisa menjadi tolak ukur buat kita untuk menilai seberapa jauh transformasi digital berjalan dan seberapa dalam adopsi teknologi untuk layanan publik berbasis digital itu bisa dijalankan di tingkat kabupaten dan kota,” imbuhnya.

Menurutnya, Benchmark Nasional Digital Transformasi Kabupaten dan Kota Indonesia (BNDTKI) sangat membantu pemerintah pusat dalam mengevaluasi kualitas kebijakan digital dan juga mendorong kompetisi positif antar daerah.

Sangat membantu, terutama kita bisa melihat kualitas kebijakan publik yang dihasilkan. Kualitas yang dihasilkan oleh pemerintah kota maupun kabupaten yang memanfaatkan teknologi digital, yang memanfaatkan big data yang ada. Ini tentu akan memberikan kontribusi yang positif untuk pemerintahan yang lebih responsif, cepat, dan akurat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat,” katanya.

Baca juga: Penjelasan Wamen Komdigi Nizar Patria Soal "Satu Orang Satu Akun Medsos" : Mau Satu Dua Akun Boleh, Tetapi...

Terkait pemanfaatan big data, Nizar menyebut sebagian besar daerah sudah mulai mengoptimalkannya.

Kalau yang disurvei ya, berdasarkan indeks ini, hampir semua pemerintah daerah sudah mengoptimalkan big data. Semua kabupaten dan kota madya itu disurvei dengan sejumlah parameter. Belum semua mungkin, tetapi lebih dari 500 kabupaten dan kota madya itu ikut serta dalam indeks ini,” tandas Nizar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU