Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 16:00 WIB

Dosen UGM Desak Kembali Investigasi Mendalam Soal Penembakan Diplomat RI di Peru

Author

Investigasi (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Penembakan yang menewaskan diplomat muda Indonesia, Zetro Leonardo Purba, di Peru pada 1 September 2025, memicu keprihatinan luas, termasuk dari kalangan akademisi. Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Drs. Muhadi Sugiono, M.A., mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh sebelum muncul asumsi soal motif politik di balik insiden tersebut.

Zetro diketahui menjabat sebagai Penata Kanselerai Muda di Kedutaan Besar RI di Lima, Peru. Ia tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di ruang publik, dan kasus ini kini tengah ditangani otoritas setempat.

Kita tidak bisa langsung menyimpulkan ada motif politik. Harus menunggu hasil penyelidikan resmi. Bisa jadi ini murni kriminalitas,” ujar Muhadi saat ditemui di Kampus UGM, Senin (15/9/2025).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa jika ditemukan indikasi keterlibatan aktor politik atau adanya motif tertentu di balik serangan tersebut, maka dampaknya bisa serius terhadap hubungan bilateral Indonesia–Peru. Menurut Muhadi, negara penerima memiliki kewajiban mutlak untuk menjamin keselamatan diplomat asing di wilayahnya.

"Perlindungan terhadap diplomat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Negara penerima harus memastikan keamanannya, baik saat bertugas maupun dalam kegiatan sehari-hari,” tuturnya.

Namun ia juga mengakui bahwa perlindungan total terhadap diplomat bukan hal mudah, apalagi jika mereka beraktivitas di area publik yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.

Tidak semua negara punya kapasitas maksimal dalam hal perlindungan. Apalagi kalau diplomat sedang berada di tempat umum seperti pasar atau taman,” katanya.

Baca juga: Dukung DIY Jadi Pusat Wisata Kebugaran Nasional, UGM Siap Dukung Secara Akademik Hingga Praktik

Dari perkembangan terkini, aparat Peru telah menangkap sejumlah tersangka. Disebutkan, dua pelaku berasal dari Kuba dan tiga lainnya dari Venezuela. Namun, Muhadi menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa insiden ini adalah bagian dari aksi pembunuhan berencana.

Motifnya belum jelas. Kita tidak bisa buru-buru menyebut ini contract killing. Bisa saja ini salah sasaran atau pembunuhan acak,” ucapnya.

Muhadi juga menegaskan pentingnya Indonesia mendorong proses hukum yang transparan di Peru. Selain itu, perhatian terhadap keluarga korban serta proses pemulangan jenazah harus menjadi prioritas pemerintah.

"Penyelidikan tetap menjadi ranah otoritas Peru. Tapi Indonesia harus memastikan prosesnya berjalan adil dan transparan,” tegasnya.

Baca juga: Misteri Meninggalnya Diplomat Kemenlu Arya Daru, Kuasa Hukum Beberkan Fakta Lain Dari Istri Almarhum

Ia mengimbau publik untuk bersabar dan tidak terjebak dalam spekulasi. Menurutnya, kawasan Amerika Selatan memang memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi, sehingga semua kemungkinan masih terbuka.

Karena ini menyangkut seorang diplomat, maka pemerintah Peru wajib memberikan penjelasan yang jelas dan memastikan tidak ada keterlibatan pihak mana pun yang memperkeruh hubungan bilateral,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU