Minggu, 17 AGUSTUS 2025 • 09:25 WIB

Usung Semangat Perubahan dan Kemanusiaan, Meriahnya 10 Ribu Lebih Mahasiswa Baru UGM Pada Penutupan PPSMB Pionir

Author

Mahasiswa baru UGM pada kegiatan penutupan Pionir, Sabtu (16/8/2025) (Istimewa)

JOGJA - Sebanyak 10.629 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menutup rangkaian kegiatan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Pionir, Sabtu (16/8/2025), di Lapangan Pancasila, Grha Sabha Pramana, UGM. Penutupan ini menjadi momen puncak orientasi mahasiswa baru (Gamada) setelah menjalani berbagai kegiatan sejak awal Agustus lalu.

Dalam suasana yang penuh semangat, ribuan Gamada mengenakan caping dan memegang kertas asturo untuk membentuk berbagai formasi ikonik, salah satunya logo Universitas Gadjah Mada. Aksi ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat awal para mahasiswa dalam menapaki kehidupan kampus.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sudjito, menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. Salah satu program unggulan yang dirancang untuk tujuan tersebut adalah Action Plan, yang digelar pada 4–15 Agustus di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

"Melalui Action Plan, kami ingin mahasiswa baru bisa mengimplementasikan nilai-nilai UGM, memberi ruang untuk berkreasi, serta mewujudkan ide-ide nyata yang berdampak langsung ke masyarakat," ujar Arie.

Baca juga: Fenomena Bendera One Piece, Para Pakar UGM Sebut Bukan Radikal Hingga Perubahan Tren Jelang Kemerdekaan

Mengusung tema Srawung, kegiatan ini mendorong Gamada untuk mengenal lebih dekat masyarakat dan menumbuhkan semangat perubahan sosial. Menurut Arie, penting bagi mahasiswa UGM untuk tidak hanya menjadi insan cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Karakter seperti inilah yang akan mengantarkan mereka menjadi pembelajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga kuat dalam memimpin dan memahami dinamika sosial,” tandas Arie.

Penutupan PPSMB Pionir kali ini juga menghadirkan tokoh inspiratif, Retno Marsudi, yang merupakan alumni UGM sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI (2004–2014). Dalam orasinya, Retno menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan di tengah situasi global yang tidak menentu.

Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Nilai-nilai kemanusiaan sedang dijungkirbalikkan. Ini seharusnya menjadi alarm bagi kita untuk tidak diam dan terus memperjuangkan kebaikan,” tutur Retno.

Baca juga: Cerita Ruru, Mahasiswi Asal Zimbabwe Ini Pilih UGM untuk Studi S2 Biologi

Utusan Khusus Sekjen PBB itu juga menegaskan bahwa menjadi mahasiswa UGM adalah sebuah anugerah yang harus dimaknai secara mendalam.

Menjadi bagian dari UGM bukan hanya tentang membanggakan almamater, tapi juga tentang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan membawa manfaat bagi sesama,” pungkas Retno.

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah formasi Puspakara, yang menjadi refleksi awal perjalanan mahasiswa baru. Formasi ini tak sekadar atraksi visual, tapi juga simbol tekad Gamada untuk menciptakan karya-karya bermakna selama masa studi mereka. PPSMB Pionir UGM tahun ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga fondasi untuk menanamkan nilai-nilai keugm-an dan semangat kebangsaan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU